BERITA UTAMAKESEHATAN & MEDIS

Asisten Wasuok Siep Tegaskan Pembangunan Kesehatan di Papua Pegunungan Berbasis Data

48
×

Asisten Wasuok Siep Tegaskan Pembangunan Kesehatan di Papua Pegunungan Berbasis Data

Sebarkan artikel ini

WAMENA | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan pembangunan sektor kesehatan di delapan kabupaten harus berbasis data akurat, sehingga menjawab kebutuhan riil di masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten I Provinsi Papua Pegunungan, Wasuok Demianus Siep mewakili Gubernur dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Senin (2/11/2026).

Menurut Wasuok, koordinasi dan sinkronisasi program antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi kunci agar pelayanan kesehatan berjalan selaras dan dirasakan masyarakat.

“Koordinasi ini penting. Provinsi sebagai pengambil kebijakan, terutama di bidang kesehatan, tentu perlu melakukan koordinasi. Bagaimana kita menyatukan program kesehatan di bidang pelayanan dasar dan menyinkronkan setiap program yang ada di kabupaten,” ujar Wasuok.

Ia menegaskan, sentuhan program dari provinsi harus dirasakan langsung oleh masyarakat di delapan kabupaten, karena pembangunan hari ini diperuntukkan bagi generasi mendatang.

Wasuok memberikan perhatian khusus pada pentingnya pendataan akurat sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.

Ia meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan tidak hanya mengandalkan laporan di atas kertas, tetapi melakukan pendataan langsung di lapangan untuk mengetahui kondisi riil masyarakat.

“Kita tidak bisa hanya berbicara di atas kertas, tetapi harus berdasarkan data manusia. Bicara sehebat apa pun tanpa didukung data, orang bilang itu omong kosong. Kita meminta anggaran dan berjuang di Jakarta, tetapi kalau tidak didukung dengan data, hasilnya juga bisa sia-sia,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta para kepala dinas kesehatan kabupaten memperkuat koordinasi agar provinsi dapat memfasilitasi dan memperjuangkan program prioritas secara tepat sasaran.

“Program itu tidak berdasarkan keinginan, tetapi berdasarkan kebutuhan. Pelaksanaan program harus berdasarkan kebutuhan daerah,” katanya.

Ia berharap forum koordinasi seperti Rakerkesda diprogramkan rutin setiap tahun agar kolaborasi pembangunan kesehatan semakin kuat.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Wasuok, disebutkan pembangunan kesehatan di Papua Pegunungan masih menghadapi tantangan berat, mulai dari kondisi geografis yang sulit, keterbatasan akses transportasi, ketersediaan tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan, hingga pemerataan obat dan alat medis.

Meski demikian, tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Gubernur meminta Rakerkesda tidak hanya menjadi kegiatan rutin membahas laporan, tetapi dimanfaatkan sebagai forum evaluasi capaian, identifikasi kekurangan, dan perumusan langkah perbaikan.

“Jangan sampai program kesehatan berjalan sendiri-sendiri,” demikian pesan Gubernur.

Editor | TIM REDAKSI | SMSI NETWORK

Comment