BERITA UTAMAEKONOMI & BISNIS

Papua Catat Capaian Positif di ISEF 2026

79
×

Papua Catat Capaian Positif di ISEF 2026

Sebarkan artikel ini

JAYAPURA | Sinergi dan transformasi digital menjadi kunci utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Semangat ini diusung dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 14–18 Oktober 2026.

Gelaran bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” ini dibuka langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Prov. Papua) mengambil peran aktif dalam ISEF 2026 dengan memboyong pelaku usaha syariah dan pemangku kepentingan dari Tanah Papua.

Pada kategori UMKM Business-to-Consumer (B2C), Papua menampilkan komoditas unggulan melalui Kopi Kasuari Papua dan Najwa Abon Tuna. Sementara itu, kategori Halal Mart diwakili oleh Ruma dan Basyira Kukis. Kehadiran produk-produk ini memperlihatkan potensi besar komoditas lokal Papua yang berhasil diolah menjadi produk halal bernilai tambah dan siap bersaing di pasar nasional maupun global.

Selain pelaku usaha, KPw BI Prov. Papua melibatkan perwakilan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) DPW Papua dan Papua Selatan dalam Forum Silaturahim serta Forum Bisnis Pesantren.

Koordinasi lintas wilayah juga diperkuat melalui kehadiran perwakilan Bappeda/Bapperida dari empat provinsi, yaitu Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan dalam Forum Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pengembangan Ekonomi Syariah. Langkah ini menjadi wujud komitmen bersama untuk menyelaraskan kebijakan pengembangan ekonomi syariah hingga ke Daerah Otonom Baru (DOB).

Penguatan ekosistem halal di Papua dilakukan secara menyeluruh dari sektor hulu, khususnya pada rantai pasok produk hewani. Sejak tahun 2024, Bank Indonesia telah memfasilitasi sertifikasi bagi 50 Juru Sembelih Halal (JULEHA) di Papua, dengan rincian 2 orang pada 2024, 22 orang pada 2025, dan 26 orang pada 2026.

Sektor infrastruktur juga diperkuat dengan sertifikasi halal pada dua Rumah Potong Hewan (RPH) dan dua Rumah Potong Unggas (RPU), sementara dua rumah potong lainnya kini sedang dalam proses sertifikasi.

Dari sisi edukasi, KPw BI Prov. Papua gencar mendorong literasi ekonomi syariah yang inklusif sepanjang tahun 2026 melalui enam kegiatan strategis. Program tersebut menyasar berbagai elemen masyarakat, mulai dari pondok pesantren, UMKM, guru, influencer, pegiat kopi, tokoh agama, pelajar, hingga pemuda gereja. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain Talkshow Literasi Eksyar SHAFAR, Training of Trainers (ToT) Duta CBP, Talkshow Ekonomi Syariah bersama Pdt. Steve Marcel dan Habib Jafar di Festival Cenderawasih 2026, hingga program BI Mengajar. Pendekatan inovatif seperti gamifikasi Kahoot dan diskusi keberagaman lintas iman diterapkan untuk menegaskan bahwa ekonomi syariah bersifat inklusif bagi seluruh elemen masyarakat Papua.

Kolaborasi erat antara KPw BI Prov. Papua, Pemerintah Daerah, dan para pemangku kepentingan mulai membuahkan hasil positif. Hingga kini, sebanyak 100 produk pelaku usaha syariah di Papua telah resmi mengantongi sertifikasi halal. Selain itu, indeks literasi ekonomi syariah dan ZISWAF masyarakat Papua berhasil meningkat dari skala 4,8 menjadi 5,2 (dalam skala 1–6).

Keberhasilan ini ditopang oleh pengembangan UMKM dan pondok pesantren dalam ekosistem halal value chain, penyediaan database ekosistem halal Papua, serta terbentuknya tiga usaha pangan halal unggulan berbasis pondok pesantren. Dampaknya, akses pelaku usaha lokal terhadap pembiayaan, pasar halal, dan ekosistem ekonomi syariah di Papua kini semakin terbuka lebar.

Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, David Sipahutar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah di empat provinsi DOB Papua, HEBITREN, pelaku UMKM, serta seluruh pihak yang terlibat. Melalui semangat Sinergi Merah Putih, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas akses pasar, memperkuat ekosistem halal, dan meningkatkan literasi keuangan syariah demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi Papua yang inklusif dan berkelanjutan.

Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa capaian pengembangan ekonomi syariah yang ada saat ini merupakan fondasi yang harus terus diakselerasi.

Peluang sektor ini dinilai sangat besar, terlihat dari proyeksi belanja masyarakat muslim global yang diperkirakan menyentuh USD 3,56 triliun pada tahun 2029.

Di lingkup domestik, rantai nilai halal tercatat tumbuh 5,5% (yoy) pada triwulan II 2026, berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Bersamaan dengan pembukaan tersebut, Bank Indonesia turut meluncurkan tiga program unggulan: Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), pembaruan indeks Zakat Core Principles (ZCP) bersama BAZNAS, dan program beasiswa internasional dari dana sosial syariah.

Editor | MUHAMAD KASIM | SMSI NETWORK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: COPYRIGHT © PAPUA TIMES 2023 | KARYA JURNALISTIK DILINDUNGI UNDANG-UNDANG