WAMENA | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan komitmen memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen itu disampaikan Gubernur Papua Pegunungan Dr. John Tabo, S.E., M.B.A., melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Deli Wandik, S.Pd., M.Si., pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Mitra dan Organisasi Kemasyarakatan dalam Pengelolaan Program Ketahanan Keluarga melalui Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK).
Pelatihan diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Provinsi Papua Pegunungan ini berlangsung di Hotel Baliem Pilamo Lantai II, Wamena, Kamis (17/9/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur John Tabo menegaskan pembangunan keluarga tidak hanya soal ekonomi, tetapi mencakup kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perlindungan, keharmonisan, hingga kemandirian ekonomi.
“Kita ingin membangun keluarga yang sehat, mandiri, produktif, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Deli Wandik.
Gubernur menyoroti peran strategis BKL dalam memastikan lansia tetap sehat, aktif, produktif, dan bermartabat dengan dukungan keluarga. Sementara melalui UPPKA dan PEK, keluarga didorong mengembangkan potensi lokal seperti pertanian, peternakan, perkebunan, kerajinan, dan usaha rumah tangga menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Menurut Gubernur, ketahanan keluarga membutuhkan kolaborasi. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri.
“Kita membutuhkan kerja sama, komitmen, dan semangat gotong royong untuk memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” pesannya.
Ia juga meminta DPPKB melakukan pembinaan, pendampingan, monitoring dan evaluasi berkelanjutan agar kelompok BKL, UPPKA dan PEK benar-benar berkembang sesuai karakteristik tiap kabupaten.
Editor | BERTI PAHABOL | SMSI NETWORK









Comment