BERITA UTAMA

Kadisarpus Papua Pegunungan Anthony Mirin Ingatkan AI Bisa Jadi Penjajah Baru, Lebih Baik Membaca Buku

76
×

Kadisarpus Papua Pegunungan Anthony Mirin Ingatkan AI Bisa Jadi Penjajah Baru, Lebih Baik Membaca Buku

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Kadisarpus) Provinsi Papua Pegunungan, Anthony M. Mirin, S.Sos., M.Si saat menyampaikan materi pada Bimtek Peningkatan Kapasitas Pustakawan dan Sosialisasi Kebijakan Perpustakaan di Wamena, 7-8 September 2026.

WAMENA | Tenaga Perpustakaan dan Pustakawan diingatkan agar tidak terjebak dalam ketergantungan Artificial Intelligence (AI). Budaya membaca buku tetap menjadi fondasi utama membangun kecerdasan manusia.

Dengan membaca buku, seseorang dilatih menjadi 10 peran sekaligus. Yakni menjadi penulis yang mampu menuangkan gagasan menjadi tulisan, perencana yang mampu menyusun tujuan dan strategi, peneliti yang mampu mencari dan mengembangkan pengetahuan, serta pemikir yang mampu menganalisis masalah.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Kadisarpus) Provinsi Papua Pegunungan, Anthony M. Mirin, S.Sos., M.Si pada Bimtek Peningkatan Kapasitas Pustakawan dan Sosialisasi Kebijakan Perpustakaan di Wamena, 7-8 September 2026.

“Membaca buku adalah proses membangun kecerdasan yang lengkap, sementara AI hanyalah alat bantu,” ujar Anthony Mirin saat sesi pemaparan dengan materi bertajuk “Membaca Buku Versus Menggunakan AI”

Menurutnya, selain itu, pembaca buku juga ditempa menjadi pejuang yang tekun dan disiplin, konseptor yang membangun solusi baru, desainer yang merancang secara kreatif dan sistematis, instruktur yang mampu menjelaskan pengetahuan, coach atau pelatih yang membimbing orang lain berkembang, hingga pembicara ulung yang mampu menyampaikan gagasan secara logis dan meyakinkan.

Di sisi lain, Anthony mengakui AI memiliki manfaat luas. AI dapat digunakan untuk mencari dan mengolah informasi, menganalisis data, membantu menulis dan merangkum, menerjemahkan bahasa, membuat gambar atau desain, mengolah suara, mengotomatisasi pekerjaan, membantu penelitian, analisis kesehatan, mendukung pendidikan, hingga membantu pekerjaan bisnis dan administrasi.

Namun, ia memberi catatan kritis terhadap penggunaan AI yang tidak terkendali.

“Menggunakan AI secara berlebihan menimbulkan ketergantungan, menurunkan kemampuan membaca, mengurangi berpikir kritis, melemahkan kemampuan menulis, dan mengurangi kreativitas pribadi,” tegasnya.

Menurutnya, risiko lain dari AI adalah informasi yang salah, pengguna yang tidak memahami proses di balik jawaban AI, serta potensi penyebaran hoaks.

Dalam materi tersebut, Anthony bahkan menyebut AI sebagai bentuk penjajahan baru bagi manusia di abad ini.

“Mengapa AI disebut penjajah baru? Karena penjajahan hari ini bukan lagi dengan pedang, senjata, tombak, meriam, atau panah dan busur. Tetapi dengan data, logaritma, dan kendali pikiran,” katanya.

Ia menilai, AI kerap menampilkan diri sebagai perlawanan besar dan tandingan terhadap Tuhan dalam hal penciptaan pengetahuan, namun tandingan tersebut adalah tandingan palsu karena tidak memiliki nilai kemanusiaan dan proses keilmuan yang otentik.

Oleh karena itu, melalui Bimtek tersebut, Anthony mendorong agar pustakawan di Papua Pegunungan tetap menempatkan buku sebagai sumber utama literasi, sementara AI diposisikan hanya sebagai alat bantu, bukan pengganti proses berpikir.

“AI boleh kita gunakan untuk membantu, tapi jangan sampai AI menggantikan proses kita sebagai perencana, peneliti, pemikir, dan pejuang literasi,” pungkasnya.

Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan dan Pustakawan, pada Selasa, 8 September 2026 resmi ditutup Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Kadisarpus) Provinsi Papua Pegunungan, Anthony M. Mirin.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan dan Pustakawan dalam Mewujudkan Layanan Perpustakaan Berkualitas dan Inovatif.”

Anthony menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Dr. (HC) John Tabo,SE.,M.B.A dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol,SE.,MM yang mendukung penuh program Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sehingga terselenggaranya Bimtek.

Ia juga mengapresiasi seluruh peserta, panitia, narasumber, pimpinan OPD, kepala sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan.

Anthony menegaskan, Bimtek ini bukan sekadar agenda birokrasi, melainkan momentum untuk memperkuat inovasi, kolaborasi, integrasi, dan kebersamaan dalam membangun layanan perpustakaan di Papua Pegunungan.

Ia meminta tenaga perpustakaan dan pustakawan mengembangkan cara kerja baru agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi bertransformasi menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan pengetahuan masyarakat.

“Bagaimana kita bisa berkolaborasi, membangun inovasi, serta memperkuat integrasi dan kebersamaan. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan,” katanya.

Anthony mengakui, kondisi geografis Papua Pegunungan menjadi tantangan utama. Sejumlah wilayah masih sulit dijangkau melalui jalur darat sehingga membutuhkan dukungan transportasi udara dan kerja sama lintas sektor.

Beberapa daerah seperti Kabupaten Nduga, Pegunungan Bintang, dan wilayah lainnya menghadapi kendala akses akibat jarak dan keterbatasan transportasi.

“Kita harus bekerja keras bersama-sama. Walaupun daerah kita berada di pegunungan dan memiliki tantangan geografis, pelayanan perpustakaan harus tetap hadir bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia mendorong pembangunan dan pengembangan perpustakaan dilakukan merata, baik perpustakaan umum, perpustakaan sekolah, maupun perguruan tinggi, untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, Anthony menekankan pentingnya ketersediaan data perpustakaan yang akurat. Ia meminta data perpustakaan, tenaga perpustakaan, pustakawan, dan kebutuhan layanan dikumpulkan dan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan serta instansi terkait.

“Sekarang ini kita membutuhkan data yang baik. Data tersebut harus dikumpulkan agar dapat dikoordinasikan dan menjadi dasar untuk membangun kerja sama serta meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Editor | TIM REDAKSI | SMSI NETWORK

Comment

error: COPYRIGHT © PAPUA TIMES 2023 | KARYA JURNALISTIK DILINDUNGI UNDANG-UNDANG