JAYAPURA | Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar kegiatan benchmarking dan kuliah bersama secara daring dengan menghadirkan pakar kebijakan publik tingkat nasional dan internasional.
Kegiatan berlangsung di Aula Utama Gedung Kemitraan PT Freeport Indonesia, Universitas Cenderawasih, Abepura, Jayapura, Kamis (27/8/2026). Kegiatan diikuti mahasiswa Magister Administrasi Publik.
Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik Pascasarjana Uncen, Prof. Dr. Dra. Yosephina Ohoiwutun, M.Si., mengatakan benchmarking merupakan bagian wajib dari kurikulum.
Tujuannya untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang perkembangan administrasi publik, kebijakan pemerintahan, tata kelola organisasi, dan inovasi pelayanan publik.
“Dua tahun terakhir, kami menyesuaikan pola benchmarking. Kegiatan tidak lagi melalui kunjungan langsung, tetapi dilaksanakan dari Jayapura secara daring dengan menghadirkan pakar,” ujar Prof. Yosephina.
Ia menjelaskan, idealnya benchmarking dilakukan melalui kunjungan langsung ke perguruan tinggi terkemuka, instansi pemerintah, BUMN, maupun BUMD sehingga mahasiswa dapat melihat langsung pengelolaan organisasi, perumusan kebijakan publik, dan inovasi pelayanan. Namun penyesuaian dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan akademik. Substansi pembelajaran tetap diperkuat melalui kuliah bersama daring.
Menurutnya, pola ini tetap memberi manfaat besar. Mahasiswa tetap dapat berinteraksi dan berdiskusi langsung dengan narasumber melalui teknologi digital.“Benchmarking ini di laksanakan sesuai kurikulum program studi, dan sejak 2 tahun ini dilaksanakan di jayapura,”ujar Yosephina
Pada kegiatan ini, menghadirkan dua narasumber utama yakni, Dr. Riant Nugroho, Ketua Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia, yang membawakan materi “Prinsip Kebijakan Publik bagi Papua”.
Materi dinilai relevan mengingat karakteristik geografis, keberagaman masyarakat, dan tantangan pembangunan di Papua membutuhkan pendekatan kebijakan yang kontekstual.
Kedua, Prof. Dr. Ari Warokka, akademisi dari Busan University, Korea Selatan, yang membawakan materi “E-Government dalam Pelayanan Publik”. Membahas pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik.
“Walaupun daring, mahasiswa mendapat pengalaman berharga. Tidak hanya teori dari kelas, tetapi juga perspektif dari praktisi dan akademisi berpengalaman,” kata Prof. Yosephina.
Ia menambahkan, benchmarking tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun jejaring akademik antara Uncen dengan perguruan tinggi dan pakar di tingkat nasional dan internasional. Jejaring tersebut diharapkan berkembang dalam bentuk kuliah bersama, penelitian, dan publikasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu membaca persoalan pemerintahan secara kritis dan menawarkan solusi relevan untuk Papua.
“Kami berharap pengetahuan dari narasumber dapat dikembangkan dalam konteks Papua dan berkontribusi bagi peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik,” ujarnya.
Editor | HANS AL | PAPUA GROUP
