BERITA UTAMA

Mbappe Buntu, Tumpul di Semifinal

96
×

Mbappe Buntu, Tumpul di Semifinal

Sebarkan artikel ini

ABRAHAM HIROSITO | DUNIA BOLA

Kylian Mbappe mengakhiri semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium dengan kepala tertunduk, kaus ditarik menutupi mulut, dan tatapan kosong ke arah papan skor: Spanyol 2-0 Prancis.

Tidak ada air mata yang tumpah di depan kamera. Yang ada hanya kekecewaan yang terlalu berat untuk disembunyikan.

Selama 90 menit, Mbappe mencoba segalanya. Ia berlari di sisi kiri, menusuk dari tengah, memainkan bola di antara dua bek. Tapi setiap kali ia berakselerasi, selalu ada bayangan merah yang mengikutinya. Bayangan itu bernama Marc Cucurella.

Statistik berkata jujur. Tiga percobaan tembakan, satu tepat sasaran, 0 gol. 4 kali dribel sukses dari 9 percobaan. Untuk ukuran Mbappe, itu adalah malam yang buntu.

Prancis memulai laga dengan menaruh harapan di kakinya. Umpan-umpan panjang dilepas untuk memanfaatkan kecepatannya. Namun Spanyol tidak memberi ruang.

Setiap kali Mbappe menerima bola, jarak dengan bek Spanyol tidak lebih dari satu meter. Tidak ada ruang untuk berlari, yang menjadi napas permainannya.

Puncaknya terjadi di menit ke-81. Sebuah terobosan dari Rayan Cherki akhirnya membebaskan Mbappe. Satu lawan satu dengan kiper Unai Simon. Seluruh stadion berdiri. Ini momen yang ditunggu Prancis.

Unai melakukan sapu bersih, sempurna, tanpa pelanggaran. Bola keluar, Mbappe terjatuh. Ia tidak protes. Ia bangkit dengan lambat. Di pinggir lapangan, Didier Deschamps menutup wajah.

Ketika peluit panjang dibunyikan, kamera mencari Mbappe. Malam di Dallas bukan malamnya. Sang pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia itu harus menerima bahwa pada level tertinggi, kecepatan saja tidak cukup melawan sebuah sistem yang disiplin dan tanpa celah.

Prancis masih punya satu pertandingan tersisa, perebutan tempat ketiga. Sepatu Emas Adidas masih mungkin diraih. Tapi jalan menuju trofi Jules Rimet kedua bagi Mbappe harus tertunda. Lagi.


Spanyol memastikan tiket ke final Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Prancis 2-0 pada laga semifinal di Dallas Stadium, Texas.

La Roja mendapat peluang emas lebih dulu. Lamine Yamal, yang sehari sebelumnya merayakan ulang tahun ke-19, berhasil mendahului Lucas Digne dan dijatuhkan di kotak penalti.

Mikel Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan Mike Maignan, kiper yang dikenal sebagai spesialis penyelamat penalti, untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Keunggulan Spanyol bertambah melalui skema apik. Pedro Porro memainkan kombinasi satu-dua dengan Dani Olmo, menerima umpan balik dengan sempurna sebelum melepaskan tembakan akurat ke sudut bawah gawang. Skor 2-0.

La Roja tampil disiplin. Pertahanan yang nyaris tanpa celah berhasil meredam agresivitas Prancis, sementara lini serang menghukum Les Bleus melalui gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.

Kemenangan ini mengantar Spanyol ke final yang akan digelar di New York New Jersey Stadium pada Minggu. Lawan yang akan dihadapi adalah pemenang laga Inggris kontra Argentina.

Ini menjadi final kedua bagi Spanyol sepanjang sejarah Piala Dunia. Pada penampilan pertama di final tahun 2010 Afrika Selatan, Spanyol berhasil mengangkat piala dunia usai menundukan Belanda lewat gol semata wayang Andres Iniesta di partai final yang berlangsung Soccer City Stadium Johannesburg city.*

Comment

error: COPYRIGHT © PAPUA TIMES 2023 | KARYA JURNALISTIK DILINDUNGI UNDANG-UNDANG