BERITA UTAMA

Laga Playoff Persipura vs Adhyaksa FC, Mantan Kapten Optimis Mutiara Hitam Sabet Tiket Liga 1

503
×

Laga Playoff Persipura vs Adhyaksa FC, Mantan Kapten Optimis Mutiara Hitam Sabet Tiket Liga 1

Sebarkan artikel ini

PERADI Jayapura Bentuk TIFA 8 Kawal Fair Play

JAYAPURA | Legenda sekaligus mantan Kapten Persipura Jayapura, Ferdinand Fairyo menyatakan optimisme tinggi, tim kesayangan masyarakat Papua-Persipura Jayapura mampu memenangkan laga playoff promosi BRI Super League 2026/2027 antara Persipura Jayapura versus Adhyaksa F.C. Banten, Jumat 08 Mei 2026 di Stadion Lukas Enembe.

Pertandingan play off dengan format single match yang berarti hanya satu kali pertandingan dan Persipura Jayapura menjadi tuan rumah menjadi keunggulan tersendiri bagi tim tersebut.

“Yakinlah, Tuhan Jesus bersama rakyat Papua. Anak-anak Mutiara Hitam diijinkan kembali mengangkat derajat dan martabat Orang Papua. Sudah pasti, 100 persen kemenangan ada di tangan kita. Ada Tuhan Jesus Kristus, jangan takut. Anak-anak Mutiara Hitam bermainlah tanpa beban, cepat, kuasai dan pasti menang untuk kemuliaan nama Tuhan diatas Tanah Papua,”tegas Ferdinand, Kamis petang 7 Mei 2026.

Eks Kapten Persipura Ferdinand Fairyo Dalam Sebuah Wawancara dengan Jubi TV. (foto:Dok)

Selain dukungan luar biasa dari masyarakat se-Papua Raya, Ferdinand menegaskan keunggulan Persipura Jayapura saat ini adalah mental dan semangat anak-anak Mutiara Hitam berada di level tertinggi. Performa tim juga terbilang sangat baik.

“Secara mental maupun performa kita sangat tinggi dan diuntungkan menjadi tuan rumah, karena anak-anak Mutiara Hitam pasti all out menjawab asa-harapan rakyat Papua membawa tim ini kembali ke Liga 1 Super League,”ujarnya.

Keunggulan lainnya adalah kolaborasi dan soliditas antara jajaran Pengurus Persipura, Benhur Tomi Mano, Rudi Maswi, serta manajemen dibawah kendali Owen Rahadiyan-Manajer Persipura, serta Rahmad Darmawan-Pelatih Kepala Persipura menjadi kekuatan sekaligus penyemangat yang sangat kuat mendorong penampilan anak-anak Mutiara Hitam mencapai kesuksesan.

“Sudah pasti Coach RD (Rahmad Darmawan) punya strategi khusus. Apalagi Ia berpengalaman menghadapi partai-partai penentu. Beliau pasti sudah tau kebutuhan dapur tim termasuk juga soal ramu-meramu, meracik strategi dan siapa yang nanti diturunkan sudah pasti ada dipikiran dan hati RD. Yakinlah Mutiara Hitam pasti Came Back Liga 1,”ujar Kapten Persipura Era 90-an itu.

Ferdinand mengatakan sebagai bentuk apresiasi kepada tim Persipura Jayapura maka sepatutnya Pemerintah se- Papua Raya menyiapkan bonus, karena Persipura mampu menyatukan seluruh orang Papua.

“Kekuatan bukan hanya di Jayapura tapi dari Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan dan Papua Barat Barat Daya, dukungan luar biasa terhadap Mutiara Hitam. Besok semua mata tertuju untuk pertandingan ini. Stadion Lukas Enembe bakal pecah rekor sepanjang sejarah Persipura bertanding di Liga. Penonton pasti mencapai titik maksimal 42 ribu orang, belum lagi masyarakat di 5 provinsi se-Papua Raya dan kabupaten-kabupaten turut menyaksikan melalui berbagai media televisi maupun media lainnya,”tandas Ferdinad Fairyo.

PERADI Bentuk Tim Independen Fair Play

Jelang pertandingan playoff promosi BRI Super League 2026/2027 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa F.C. Banten, Jumat 8 Mei 2026, Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Jayapura membentuk Tim Independen Fair Play (TIFA 8).

Pembentukan Tim ini untuk mengawasi perangkat pertandingan pada laga penentuan tersebut.

Ketua TIFA 8, Billy Marcelino Maniagasi, mengatakan pengawasan terhadap laga penentuan tersebut untuk mendukung jalannya pertandingan yang wajib fair play. Mengingat pengalaman kelam masa lalu (tahun 2009-2022) yang dialami tim Persipura, kerap dirugikan pada pertandingan-pertandingan penting akibat kepemimpinan dan keputusan wasit yang tidak fair play.

Dalam pernyataan tertulisnya, Tim Independen Fair Play (TIFA 8) menyerukan 4 point penting yang wajib mendapat perhatian seluruh perangkat pertandingan, antara lain

1. PSSI dan PT LIB wajib menunjuk wasit netral, rekam jejak bersih, berlisensi FIFA, bahkan wasit asing jika perlu.

2. Pengawasan ekstra ketat terhadap Adhyaksa F.C. Banten yang sering dikaitkan dengan kemenangan kontroversial.

3. Penggunaan VAR secara maksimal untuk menghindari kesalahan fatal.

4. Aparat keamanan diminta bertindak tegas di Stadion Lukas Enembe agar tidak ada provokasi yang memicu konflik horizontal.

Editor | HANS AL | SIMSON RUMAINUM

Comment

error: COPYRIGHT © PAPUA TIMES 2023 | KARYA JURNALISTIK DILINDUNGI UNDANG-UNDANG