BIAK | Sebanyak 239 mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) penerima beasiswa Program Siswa Unggul Papua (SUP) telah menyelesaikan studinya.
Ratusan mahasiswa tersebut telah diwisuda pada tahun 2025, 173 orang diantaranya merupakan lulusan universitas dalam negeri dan 66 mahasiswa lulusan luar negeri.
Mereka selama ini mengeyam Pendidikan di berbagai universitas di Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Rusia, Cina, Jerman, Jepang, Kanada dan Singapura.
“Dipastikan 239 mahasiswa OAP penerima beasiswa SUP telah lulus pada tahun 2025 terdiri dari 173 mahasiswa yang kuliah di dalam negeri dan 66 orang lulusan luar negeri,”ungkap Anthony M. Mirin Kepala Bidang Pembinaan Akademi Komunitas, Dinas Pendidikan Provinsi Papua disela-sela Workshop dan Rekonsiliasi Data Beasiswa Siswa Unggul Papua (SUP) Tahun 2026.
Diproyeksikan tahun depan (2026) sebanyak 251 mahasiswa OAP akan kembali diwisuda. “Tahun 2026 sebanyak 251 mahasiswa diharapkan menyelesaikan studinya. 138 mahasiswa di dalam negeri dan 113 mahasiswa dari universitas di luar negeri,”tambah Mirin.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Tery Wanena mengatakan para lulusan ini merupakan aset Papua yang diharapkan perkuat kapasitas SDM Papua di berbagai sektor strategis.
“Setiap lulusan SUP kembali ke Papua dengan berbagai ilmu dan keterampilan sebagai guru, insinyur, tenaga kesehatan, dan aparatur pemerintah. Diharapak dengan kepasitas SDM yang memadai dan mumpuni dapat menopang percepatan pembangunan dan kemandirian daerah,”kata Wanena.
Terry mengatakan tahun 2025 dan 2026 jumlah lulusan akan mencapai 490 orang. Keberadaan mereka merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam investasi jangka panjang pembangunan SDM.
“Para lulusan ini akan memperkuat kapasitas sekolah, layanan kesehatan, institusi pemerintahan, serta masyarakat, dan akan menciptakan para pemimpin oleh putra-putri asli Papua,” ujarnya.
Workshop dan Rekonsiliasi Data Beasiswa Siswa Unggul Papua (SUP) Tahun 2026 digelar tiga hari (20–23 Januari 2026) di Biak, difasilitasi Indonesia Education Partnerships (IEP) melalui Program Sukses Siswa Papua (PSSP). Managing Director Mr. Brook Williams Ross melibatkan Forum Komunikasi Orangtua Mahasiswa Penerima Beasiswa OTSUS Papua Se Tanah Papua sebagai mitra untuk memperkuat dukungan dan pengawasan keberhasilan studi mahasiswa.
“Workshop ini sebagai bagian dari penguatan transparansi, akuntabilitas, dan perencanaan pembangunan SDM Papua,”kata Brook Williams.
Program SUP merupakan investasi strategis jangka panjang dalam pembangunan manusia Papua, yang diperkuat melalui kemitraan dengan IEP, Forum Orangtua Mahasiswa OTSUS Papua, dan stakeholder terkait lainnya.
Program SUP mulai dijalankan semasa kepemimpinan Gubernur almarhum Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal. Program tersebut merupakan kelanjutan dari program 1000 doktor yang diinisiasi Gubernur Barnabas Suebu.
Meski menemui berbagai tantangan dan hambatan, program pembangunan SDM telah melahirkan SDM asli Papua yang kini mengabdi diberbagai bidang di sektor pemerintah maupun swasta.
Editor | HANS AL | PAPUA GROUP









Comment