Desain Kawasan Perkantoran dan Kota Papua Tengah Berbentuk Cenderawasih

NABIRE | PAPUA TIMES- Desain kawasan perkantoran dan kota Provinsi Papua Tengah berbentuk burung Cenderawasih diatas lahan seluas 300 hektar. Dari luas lahan tersebut, akan dibagi menjadi dua kawasan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Papua Tengah, Yan Ukago, ST., MT menjelaskan pembangunan gedung pemerintahan dan kota Papua Tengah, berada di wilayah Karadiri Kabupaten Nabire. Ddari 300 hektar lahan yang tersedia, pemerintah setempat bakal membangun perkantoran dan kota dengan luasan 130 hektar. Kemudian 170 hektar menjadi kawasan terbukau hijau.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

“Itu dilakukan agar desain berbentuk Burung Cendrawasih ketika dilihat dari udara benar-benar terlihat. Karena kita mendesain pusat ibukota Papua Tengah berbentuk Burung Cendrawasih,”papar Ukago disela-sela Fokus Group Dicusion (FGD) Pertama tentang Master Plan Kawasan Perkantoran di Provinsi Papua Tengah, Selasa (12/9/2023) di Nabire.

Yan Ukago menjelaskan saat ini master plan ibukota Provinsi Papua Tengah dalam tahap penyusunan. Dimulai dari konsep dan desainnya, sehingga perlu dilakukan penjaringan aspirasi atau masukan dari tokoh masyarakat, seniman, akademisi dan seluruh lapisan stehkolder lainnya. “Hari ini FGD pertama yang mana tujuannya memberikan masukan kepada konsultan,”katanya.

Ia mengatakan konsultan yang menjadi mitra Pemprov Papua Tengah, berlatar belakang ilmu desain kota. Oleh karenanya, perlu ada perpaduan dengan kearifan lokal. Mulai dari kebudayaan, lingkungan dan lainnya. Yang terpenting desainnya adalah kota masa depan yang usianya bisa lebih 100 tahun.

“Sebuah kawasan yang direncanakan didalamnya ada green and smart city, dimana ilmu green and smart city hampir diseluruh kota mengikuti itu. Tapi kita ingin yang dibangun nanti green and smart city yang mencerminkan kearifan lokal, itulah yang saat ini perlu dilakukan masukan bagi konsultan untuk merampungkan perencanaannya.”

Hukago menambahkan dalam FGD berbagai masukan muncul disampaikan antara lain master plan tersebut hendaknya memperhatikan karya seni dan kebudayaan seperti model noken atau pembangunan tugu yang mencerminkan hasil kekayaan alam disini, mengingat di Papua Tengah ada perusahaan emas PT. Freeport Indonesia.

Selain, Yan Hukago menjelaskan bahwa untuk fasilitas umum akan dibangun dengan konsep kota moderen, dimana tidak akan ditemukan lagi kabel bergantungan di udara, melainkan akan berada dibawah tanah. Untuk tahun anggaran 2023 telah dianggarkan untuk pembangunan jalan primer dan skunder.

“Total jalan yang akan dibangun kurang lebih 20.600 Km dan tahun ini sudah terbentuk, kita tinggal melakukan pematangan lahan. Lalu yang berikut kabel akan berada dibawah tanah, selain itu listrik kita juga akan memanfaatkan tenaga surya atau angin,” tuturnya.

Sedangkan Konsultan Perencanaan, Bayu Ika Mahendra menuturkan dari hasil kegiatan ini, nantinya pihak konsultan melakukan analisa dan penyesuaian. Selanjutnya sekitar bulan Oktober akan digelar FGD kedua dengan konsep yang lebih matang.

“Jadi konsep kotanya berbentuk Burung Cendrawasih ini munculnya dari hasil studi kelayakan yang dilakukan sebelumnya. Kami kemudian saat ini memperdalam lagi agar konsep Burung Cendrawasih bisa kita desain,” katanya.

Editor | TIM