Bendera Merah Putih Dikibarkan di Pulau Fani

Raja Ampat | PAPUA TIMES- Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama Koarmada III TNI AL bentangkan bendera merah putih sepanjang 78 Meter di Pulau Fani, Provinsi Papua Barat Daya, Senin, 21 Agustus 2023. Pengibaran bendera juga dilakukan di 78 titik.

Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Dr Muhammad Musa’ad M.Si mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap semangat kemerdekaan dan bentuk kedekatan Pemerintah dengan Masyarakat.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

Gubernur berharap bendera-bendera ini tidak hanya berkibar di pesisir pantai pulau terluar, terdepan dan terpencil tetapi juga berkibar dihati setiap warga masyarakat Pulau Fani dan sekitarnya, sehingga tidak sejengkal tanahpun akan lepas dari NKRI.

“Ini salah satu pulau terluar yang ada di NKRI, dan ini merupakan tanggung jawab kita untuk tetap menjaga wilayah ini, agar tetap tidak terpisahkan dari NKRI,”ujarnya.

“Terpenting dari kegiatan ini adalah bentuk dari semangat untuk memastikan, meneguhkan, dan menegaskan kembali bahwa NKRI itu harga mati dan NKRI ada di hati,” tegas Musa’ad.

Selain pengibaran bendera, juga gelar bakti sosial dan pengobatan gratis dari Dinas Kesehatan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut/ Lantamal XIV Sorong, nampak masyarakat merasa bersyukur atas perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan TNI Angkatan Laut.

Panglima Koarmada (Pangkoarmada) III Laksamana Muda TNI Rachmad Jayadi mengungkapkan bahwa selain untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, pemasangan dan pembentangan Bendera Merah Putih di pulau Fani, kegiatan ini juga untuk memastikan bahwa pulau-pulau yang tersebar di berbagai wilayah Papua pada khususnya dapat terjaga dengan baik.

“Pemasangan Bendera Merah Putih tersebut sekaligus menandai bahwa pulau ini merupakan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Pangkoarmada III.

Kegiatan ini melibatkan TNI-Polri, Forkopimda dan pelajar tingkat SMA dan SMK di wilayah Sorong maupun anak-anak SMP dari kepulauan Ayau.

Editor | TIM