Mobil Ambulance Disiagakan di Rumah Gubernur Enembe, Ada Apa?

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Kondisi kesehatan Gubernur Papua, Lukas Enembe terus menurun. Hasil pemeriksaan tim dokter Pemprov Papua menyebutkan tekanan darah Gubernur Enembe tidak stabil dan berada di kisaran 150 hingga 190/100 mmHg.

Dengan tekanan daerah tersebut, sudah masuk kategori krisis hipertensi dengan gejala lainnya adalah nyeri dada, nyeri punggung, lemas, perubahan pada penglihatan dan kesulitan berbicara.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

Dokter Anton Mote selaku tim kedokteran Gubernur Papua memaparkan hasil tensi darah Gubernur Enembe sedang tidak stabil. Pada Senin 03 Oktober 2022, tekanan dasar Gubernur berada di angka 150 hingga 190/100.

Dengan kondisi yang tidak stabil tersebut, kata Mote, pihaknya telah berkonsultasi ke dokter Singapura yang melayani Gubernur Enembe dan telah diberikan rujukan untuk melakukan pemeriksaan jantung

“Saya sudah sampaikan kepada DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) di Singapura. Dan mereka melihat hasil-hasil yang saya sampaikan ke sana dan beberapa advice yang diberikan kepada kami untuk melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium terkait jantung,”ungkap Mote, Senin malam (3/10/2022) di Jayapura.

Dikatakannya, hasil tes Elektrokardiogram (EKG) atau tes kesehatan jantung yang dilakukan kepada Gubernur Enembe juga dilaporkan ke tim dokter Singapura.

Kata dokter Mote, Gubernur Papua Lukas Enembe pernah mengalami kebocoran jantung dan menjalani operasi di Singapura. Oleh karena itu, tim dokter telah mengambil Langkah-langkah antisipasi.

Dengan menyiapkan peralatan kedokteran termasuk menyiagakan satu unit mobil ambulance di kediaman Gubernur Enembe yang berada di Koya, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. “Mobil ambulans disiagakan di sana,”kata tukas Anton.

“Karena ada beberapa pemeriksaan yang tidak bisa kami lakukan di sini sehingga kami harus menunggu beberapa hari ke depan baru kami bisa juga dapat hasil darahnya dan ini juga akan kami laporkan ke Singapura,” beber Anton

Dokter Anton juga meminta dukungan doa dari rakyat Papua agar Gubernur Papua dapat segera pulih dan bisa menjalani aktivitas sebagai kepala daerah. Dia juga berharap masyarakat hindari informasi hoax terkait kondisi kesehatan gubernur.

Editor | TIM