oleh

Demo Menolak Kriminalisasi Gubernur Enembe Aman

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Demonstrasi menolak kriminalisasi hukum terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe oleh ribuan masyarakat Papua berlangsung aman dan tertib.

Kurang lebih 3 ribu masyarakat Papua dari berbagai elemen mahasiswa, tokoh pemuda, tokoh perempuan, perwakilan masyarakat nusantara dan perwakilan masyarakat dari 29 kabupaten dan kota yang berasal dari Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura turun ke jalan menyampaikan aspirasi menolak kriminalisasi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan lembaga-lembaga negara lainnya terhadap Gubernur Papua.

Merry C Yoweni mewakili kaum perempuan dan mama Papua, dalam orasinya menolak dengan tegas kriminalisasi yang dilakukan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe. Status tersangka yang disematkan KPK terhadap Gubernur Enembe merupakan pembunuhan karakter pemimpin Papua.

“Generasi dan pemimpin Papua lahir dari rahim mama Papua untuk membangun dan mengangkat harkat dan martabat orang Papua. Begitupun bapak Gubernur Enembe lahir dari rahim mama Papua untuk membangun Papua. Dia tidak dilahirkan untuk memperkaya dirinya sendiri. Dari gubernur ke gubernur, kita tau bahwa setelah memimpin, mereka akan kembali jalan kaki bersama rakyatnya,”tegas Merry dihadapan ribuan massa, di Taman Imbi, Kota Jayapura, Selasa (20/09/2022).

Penanganan hukum terhadap Gubernur Papua mendapat protes dari masyarakat Papua karena dilakukan secara tidak professional dan cenderung direkayasa. Pembunuhan karakter terhadap Gubernur Enembe juga dilakukan secara masif dan terstruktur melibatkan KPK dan lembaga-lembaga negara lainnya.

BACA JUGA  Kriminalisasi Gubernur Enembe, KPK Belum Bayar Denda Rp10 T ke Rakyat Papua

“Pernyataan Menkopolhukam bapak Mahfud MD menyakiti rakyat Papua dengan tuduhan-tuduhan yang membunuh karakter Gubernur Papua,”ujarnya.

Aktivis Papua, Frangklin Wahey dalam orasinya menegaskan bahwa demonstrasi yang berlangsung hari ini merupakan bukti nyata bahwa rakyat Papua mendukung penuh kepemimpinan Gubernur Papua Lukas Enembe. Oleh karena itu, status tersangka yang disematkan KPK kepada Lukas Enembe harus dicabut.

“Kami jamin demonstrasi hari ini aman dan sudah terbukti. Kami sampaikan aspirasi dengan cara-cara yang terhormat dan bermartabat. Kami minta kriminalisasi terhadap Gubernur Papua bapak Lukas Enembe dihentikan,”tegas Frangklin.

Ditempat yang sama Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua, Benyamik Gurik menegaskan bahwa Pemuda Papua mendukung proses penegakan hukum di Papua. Namun dalam kasus Gubernur Papua, KNPI memilih bersama rakyat untuk membela pemimpin Papua tersebut karena KPK dinilai tidak independen.

“Kami pemuda, KNPI mendukung penegakan hukum. Namun untuk masalah Gubernur Papua, kami teta bersama rakyat membela pemimpin kami. Karena KPK tidak independent dan tidak professional,” kata Gurik.

BACA JUGA  1000 Triliun Dana Otsus Papua, Menkopolhukam Keliru

Dia juga menegaskan bahwa rakyat Papua mengawal seluruh proses yang sedang berjalan hingga tuntas. “Setelah penyampaian aspirasi hari ini, kami akan kawal sampai masalah ini tuntas hingga bapak Gubernur kembali memimpin Papua dengan statusnya tersangkanya dicabur,” tegasnya.
Aksi demonstrasi hari ini berlangsung aman dan tertib dengan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian didukung TNI. Kepolisian melakukan penyekatan dibeberap titik kumpul massa sehingga kerumuman demonstran terbagi dibeberapa tempat seperti di Sentani, Perbatasan Kota dan Kabupaten Jayapura, Expo Waena, Yapis Dok V Kota Jayapura.

Editor | HANS B | HERMON K

Komentar