oleh

International University Of Papua Gelar Kuliah Perdana

JAYAPURA | PAPUA TIMES- International University of Papua (IUP) menggelar kuliah perdana tahun akademik 2022/2023 di Ballroom Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura. Kuliah secara hybrid tersebut dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Elsye Rumbekwan.

Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP,MH dalam sambutannya mengapresiasi Rektor IUP, Dr. Izak Morin, MA bersama jajaran pendidik, Yayasan Maga Edukasi Papua (MEP) dan Universitas Cenderawasih (Uncen) yang telah memberikan waktu membangun universitas tersebut demi menciptakan generasi muda Papua yang unggul dan berdaya saing internasional.

Melalui unit lembaga di bawah naungannya terus berupaya mendorong terciptanya SDM Papua yang unggul, berdaya saing lokal, nasional, dan global sesuai misi Pemprov Papua.

“Kepada para mahasiswa agar selalu bersyukur dan memanfaatkan kesempatan kuliah di IUP dengan sebaik-baiknya. Karena eksistensi putra-putri Papua saat ini yang akan meneruskan estafet pembangunan di Tanah Papua.,”ungkap Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan dibuka Staf Ahli Elsye Rumbekwan.

Lukas Enembe juga berharap IUP sebagai universitas bertaraf internasional terus berkembang dan menjadi mitra pemerintah dalam memajukan Papua melalui pendidikan yang bermutu, sekaligus menyiapkan generasi Papua berdaya saing di kancah nasional maupun global.

Selain Gubernur Papua, Lukas Enembe yang memberi pengantar kuliah perdana, juga ada pembicara dengan berbagai latar belakang ilmu bahkan negara, antara lain, Mr Brook Williams Ross, Director of Indonesian Education Partnership-USA yang menyampaikan materi via zoom dari Amerika dengan tema International Partnership & Higher Education Engagement.

Kemudian, Mr Nickolay Miklouho-Maclay selaku Founder of Miklouho-Maclay Foundation-Russia yang menyampaikan materinya via zoom dari Moskow Rusia, dengan tema “Educational & Cultural Development among Russians & Papuans”.

Mr Yossi Dagan, Wali Kota Samaria – Israel yang turut hadir dan menyapa para mahasiswa via zoom langsung dari Israel, dengan tema “ The Success Story of Samaria Municipality Development”.

BACA JUGA  Freeport Beri Beasiswa untuk 60 Mahasiswa UGM

Samuel Tabuni MSi, MAJED selaku founder YMEP & IUP turut memaparkan materinya melalui zoom dengan tema “The Importance of International Higher Education Establishment in Papua”.

Dr Izak Morin, MA selaku Rektor IUP menyampaikan materinya secara langsung di hadapan para mahasiswa dengan tema “Role of The International Higher Education in Preserving and Development Culture, Language and Literature”.

Kemudian, Drs Simon Patrice Morin selaku tokoh senior Papua yang juga turut memaparkan materinya secara langsung kepada para mahasiswa di Ballroom Suni Hotel Abepura dengan tema “The Readiness of Papuan Human Resources to Developing The Land of Papua”.

Kuliah perdana disambut seluruh mahasiswa angkatan pertama IUP ini dengan antusias. Kegiatan berlangsung sejak pukul 10.00 WIT hingga pukul 18.00 setelah Samuel Tabuni menyampaikan materi sekaligus menyamangati para mahasiswa.

Dalam sesinya, Samuel Tabuni memberikan pemaparan tentang kondisi terkini Papua dengan menyoroti perbandingan antara potensi Sumberdaya Daya Alam (SDA) dengan ketersediaan SDM asli Papua.

Putra kelahiran Kabupaten Nduga ini menggaris bawahi ketidakseimbangan antara ketersediaan SDM asli Papua yang memiliki kapasitas, dan kemampuan yang mumpuni dengan ketersediaan SDA yang merupakan anugerah bagi masyarakat Papua.

Pada kesmepatan itu, dia meminta agar mahasiswa harus mampu memanfaatkan kesempatan belajar di IUP ini sebaik baiknya, hingga kelak mampu menjadi pribadi-pribadi yang dapat tampil sebagai manusia Papua yang memiliki daya saing dengan dunia global secara khusus dalam pengelolaan SDA Papua melalui berbagai teknologi terkemuka.

“Belajar dari Bangsa Israel, mereka adalah bangsa yang kecil dari aspek jumlah penduduk, luas wilayah dan terbatas dalam ketersediaan SDA, namun Israel berkembang menjadi negara maju yang penduduknya mampu menggenggam dunia dengan segala kemajuan teknologi yang mereka kembangkan,” paparnya.

Sistem pendidikan di Israel selalu mendorong masyarakatnya untuk memiliki kecakapan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara global, sehingga mereka mampu bekerja di mana saja di seluruh dunia untuk Kembali memperkuat bangsanya.

BACA JUGA  Freeport Beri Beasiswa untuk 60 Mahasiswa UGM

“Orang-orang Israel dididik untuk menjadi pribadi yang selalu bangga dengan indetitas keyahudian mereka. Bangga jatidiri mereka sebagai bangsa pilihan Allah,” tegasnya.

Dengan demikian secara tidak langsung semangat juang mereka menjadi tinggi, karena rasa percaya diri mereka yang juga tinggi. Mereka mampu bersaing dengan siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

“Orang Papua adalah orang spesial, anak-anak Papua adalah anak-anak spesial. Spesial karena kita ditempatkan Tuhan di atas tanah yang kaya,” paparnya.

Dengan demikian, lanjut Samuel Tabuni, kita harus bangga dengan identitas kita sebagai orang Papua, bangga atas kekayaan alam, bangga atas budaya dan bahasa.

Semoga tidak terlena dengan semua itu, melainkan mari kita bangun rasa tanggung jawab atas anugerah yang Tuhan karuniakan kepada kita orang Papua, dengan benar-benar mempersiapkan SDM yang unggul, melalui pendidikan bermutu, berstandar internasional.

Pendirian UIP berlandaskan pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 24/E/O/2022 tentang Izin Pendirian Universitas Internasional Papua yang diterbitkan pada 17 Januari 2022.

Editor | TIM

Komentar