oleh

Kemensos Fasilitasi Pengenalan Dasar komputers

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua seiring tuntutan era industri 4.0.

Untuk mengakselerasi kebijakan Mensos, berbagai upaya dilakukan di Papua dengan model sinergitas unsur pemerintah Pusat melalui Kemensos, pemerintah daerah dan masyarakat.

Yang terbaru, Kementerian Sosial melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jayapura menggelar edukasi dan pengenalan dasar komputer.

Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Rehabilitasi Sosial Benhur Tomi Mano (BTM) menyatakan, pelatihan digelar untuk memberikan edukasi dan pengenalan dasar komputer dan software, serta internet yang sehat dan bijak.

“Kami berharap dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas anak-anak Papua, khususnya di bidang teknologi informasi,” kata mantan Walikota Jayapura itu, Kamis (09/6/2022).

BTM hadir sekaligus meresmikan Program Pelatihan Komputer Internet Sehat di Laboratorium Komputer BBPPKS Jayapura.

Dalam pelaksanaan kegiatan, BBPPKS di Jayapura menggandeng SD, SMP dan SMA setempat dengan waktu kegiatan usai pulang sekolah dan para siswa akan mendapatkan pelatihan sebanyak 12 pertemuan.

Dalam pelatihan komputer tersebut, juga mengajak anak-anak penyintas bencana banjir di Sentani, Papua yang akan menghuni rumah dari program bantuan Kementerian Sosial.

Komposisi pelatihan tingkat SMP dan SMA materi 10 persen teori dan 90 persen praktik. Pertemuan I-IX diisi pengenalan Ms Office; Pertemuan X pemanfaatan internet sebagai media atau sarana konektivitas dan komunikasi, akses informasi, pengetahuan, edukasi serta hiburan bermanfaat, dan penggunaan email.

Pertemuan XI pengertian dan fungsi media sosial, serta penggunaan aplikasi discord mulai dari membuat group atau server; Pertemuan XII ujian praktek akhir bagi setiap siswa sekaligus evaluasi kemampuan.

Pelatihan komputer tingkat SD materi internet sehat bagi anak asli Papua meliputi: Mesin Pencari Informasi; Media sosial untuk belajar; Mewaspadai Konten Negatif; Keamanan Pengguna Anak; dan Internalisasi Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika.

BTM menekankan pentingnya pelatihan ini. Termasuk salah satunya modul SD untuk literasi keamanan di media sosial. “Materi ini penting untuk menjaga jejak digital, menanamkan jiwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai jati diri bangsa, serta menyiapkan diri bersama-sama mewujudkan inovasi, mengembangkan ekosistem yang aman dan produktif, ” katanya.

Salah seorang peserta yang juga siswa SD Negeri Inpres Yotefa, Jessica Hendra Solossa merasa senang bisa mengikuti pelatihan komputer dari program Kementerian Sosial. “Mengucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri Sosial, kami anak-anak Papua sudah dilatih komputer,” ujar Jessica (11).

Pada acara peresmian, pengelola pelatihan komputer mengundang peserta dari SD Negeri Inpres Yotefa sebagai peserta, sekaligus menjadi angkatan pertama.

Dalam peresmian juga dihadiri Kepala Sekolah SD Negeri Inpres Yotefa yang menyambut positif pelatihan komputer agar para siswa melek teknologi informasi.

”Kami senang anak-anak di sini dilibatkan dalam kegiatan pelatihan komputer ini. Selama ini belum pernah ada kegiatan seperti ini dan semoga mereka nanti memiliki kemampuan mengoperasikan komputer dengan baik,” katanya.

Editor | HASAN HUSEN | RLS

Komentar