oleh

Petarung Sumut Lolos ke Final Tarung Derajat

TIMIKA | PAPUA TIME – Di partai semi final Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Cabang Olahraga (Cabor) Tarung Derajat di venue Eme Neme Yauware Timika, Senin (11/10/2021), dua petarung asal Sumatera Utara berhasil lolos ke partai final.

Hebatnya, di Cabor Tarung Derajat pada PON ini, hanya dua atlet ini yang dibawa oleh kontingen Sumatera Utara. Mereka adalah Farhan Attamamil Arda di kelas 61,1-64 Kg dan Muhammad Rizki Firdaus di kelas 64,1-67 Kg.

“Dua atlet ini adalah atlet POMNAS. Keduanya lolos pada pra PON lalu. Saya sangat senang dan bahagia karena mereka bisa masuk final. Ini adalah kerja keras kita selama ini,” ujar pelatih Tarung Derajat Kontingen Sumatera Utara, Hizrah Saputra Harahap.

“Kami juga beri apresiasi atas pencapaian ini kepada pelatih juga pengurus di Sumatera Utara. Dinas Pemuda dan Olahraga juga sangat banyak membantu untuk perkembangan olahraga Tarung Derajat di Sumut,” ungkapnya.

Hizrah mengaku beban dari KONI Sumut menargetkan satu hingga dua medali emas. Namun ia mengatakan, tarung derajat adalah olahraga yang tidak terukur, sehingga apapun bisa terjadi.

“Kesiapan untuk final sudah kita lakukan. Termasuk lawan kita adalah tuan rumah. Antisipasinya sudah kita rangkum. Sebentar malam mungkin baru dibahas kesiapannya,” ungkapnya.

Profil Singkat Farhan Attamamil Harda

BACA JUGA  Pengurus KONI Kabupaten Jayapura Dilantik

Farhan Attamamil Harda, kelahiran Medan, 19 Juli 1999 bertanding di kelas pertandingan 61,4-64 kg.

Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara dimana ayahnya ialah M Arif yang berprofesi sebagai wiraswata dan ibunya, Nurhani Lubis, seorang Ibu Rumah Tangga.

Farhan mulai masuk tarung derajat sejak Tahun 2015. PON XX Papua adalah pertandingan tingkat nasional pertamanya. Walau demikian, Farhan sudah sering juara di tingkat kabupaten dan kota.

Latihan sudah dilakoninya selama dua tahun terakhir sebelum menuju PON XX Papua. Farhan menyebut kendala yang dialami adalah kurangnya perhatian dari pemerintah daerah, khususnya untuk kebugaran atlet.

Untuk PON XX Papua ia telah melakukan segalanya dengan mengorbankan waktu, keringat, materi dan tenaga untuk memperoleh hasil terbaik yang ingin ia persembahkan untuk orangtuanya.

Saat bertarung di laga semi final hari ini, Senin (11/10) melawan Dewa Komang Handika Putra dari Bali, Farhan menyebut pukulan lawannya sangat berbobot.

Farhan menilai, dalam pertandingan, yang terpenting ialah modal semangat. Semangat juang akan memacu fisik dan mental yang selama ini sudah dilatihnya.

Profil Singkat Muhammad Rizki Firdaus

Atlet kedua dari Sumatera Utara ialah Muhammad Rizki Firdaus. Ia beratung di kelas Tarung 64,1-67 Kg.

Atlet kelahiran Tebing Tinggi 30 Maret 1996 ini adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara. Saat ini ia masih tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Medan Area (UMA).

BACA JUGA  Pengurus KONI Kabupaten Jayapura Dilantik

Rizki berharap adanya penerus atlet Tarung Derajat asal Sumatera Utara yang akan bertanding pada PON XXI 2024 di Aceh.

Di PON XX Papua, Rizki lolos ke partai final tarung derahat setelah mengalahkan Raihan Al Farizy di babak pertama.

Untuk hasil maksimal di gelaran tarung derajat ini, ia mengaku sudah berlatih selama dua tahun terakhir. Latihan setiap hari bahkan dilakukan selama delapan jam.

Bersama rekannya, Farhan Attamamil Harda, ia mengaku optimis dapat membawa pulang medali emas demi kebanggaan keluarga dan seluruh masyarakat Sumatera Utara.

Editor | TIM

Komentar