Atlet Perbakin Butuh Adaptasi di Venue Menembak

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Atlet menembak Papua hingga saat ini belum bisa berlatih di venue menembak yang berada di Kampung Harapan dan kompleks AURI, Sentani Kabupaten Jayapura. Padahal venue menembak di kedua tempat tersebut sudah rampung bahkan peralatan pertandingannya untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) sudah terpasang.

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Berburu dan menembak Seluruh Indonesia (Perbakin) Papua, Johny Banua Rouw,SE mengatakan belum berlatihnya para atlet Perbakin di venue PON karena karena peralatan menembak yang sudah dipasang, dibuka kembali.

Oleh karena itu, John Banua Rouw berharap Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) Papua, Pengurus Besar PON (PB PON) memberikan ijin penggunaan venue sehingga atlet-atlet Papua dapat berlatih disana sehingga mereka bisa beradaptasi dengan cepat di venue-venue PON XX.

“PON tinggal 3 bulan tetapi belum bisa berlatih di venue. Makanya kita minta Disorda Papua maupun PB PON dapat mengijinkan atlet Papua berlatih supaya bisa beradaptasi dengan cepat,”pinta John.

Penataran dan Sertifikasi Lisensi C Nasional.
Sebelumnya, Pengprov Perbakin menggelar Penataran dan Sertifikasi Juri Licensi “C” Nasional di Kota Jayapura.

Menurut John Banua Rouw, penataran ini dalam rangka mendukung penyelenggaraan PON dan sekaligus mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua menghadapi berbagai iven nasional di tanah air.

“Papua sangat minim Juri, kita baru punya 2 juri, sementara jika kita gelar event membutuhkan sekitar 33 juri yang mempunyai sertifikat. Minimnya wasit atau juri menjadi kelemahan bagi Papua diberbagai iven nasional,”ujarnya pria yang akrab JRB itu.

Peserta penataran kali ini berjumlah 42 orang dan diharapkan dari jumlah tersebut, 35 juri nantinya bertugas di PON XX Papua. Kata JRB, berharap mereka semua lulus dan mendapatkan lisenci C Nasional.

Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua, Kenius Kogoya,SP.M.SI menyampaikan apresiasi kepada Perbakin Papua yang telah memempersiapkan SDM juri wasit untuk PON nanti. Kegiatan ini sangat penting karena dimasa lalu, atlet-atlet Papua sering dicurangi karena minim wasit dan juri.

KONI Papua, lanjut Kenius, penataran yang digagas Perbakin menjadi contoh bagi cabor lain di Papua untuk mempersiapkan SDM Papua jelang PON XX. “KONI siap mendukung Perbakin dan siap[ mensupport juri wasit Papuayang ingin meningkatkan SDM ke jenjang lisensi B nasional,”ungkapnya.

Kenius berharap Perbakin Papua dapat memberikan prestasi terbaik untuk kontingen Papua dengan menyabet medali emas di PON XX nanti. “Cabor Perbakin banyak nomor yang dipertandingkan, kita harap banyak medali dari sini,”harap Sekum KONI.

Editor | LAMBERTH P | ENDI B

Komentar