Presiden Diminta Tuntaskan Ruas Jayapura Wamena

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Presiden Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono diminta untuk memberikan perhatian khusus dalam proyek trans Papua khususnya ruas jalan Jayapura-Wamena.

Pasalnya, ruas jalan tersebut belum 100 persen aman dilalui kendaraan. Masih ada bagian-bagian jalan di sepanjang ruas ini yang rusak dan berlumpur.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029,PILIHAN ANDA?

View Results

Loading ... Loading ...

Wakil Bupati (Wabup) Puncak Jaya, Deinas Geley,S.Sos.M.Si kepada pers, Selasa siang (2/2/2021) di Jayapura mengatakan ruas jalan Jayapura-Wamena berperan penting membuka isolasi sekaligus menekan tingkat kemahalan di kawasan Pegunungan Papua.

Wakil Bupati Puncak Jaya Bersama Kepala Dinas PUPR Papua Saat Meninjau Proyek Trans Menggunakan Helikopter di Kawasan Pegunungan Papua.

Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR untuk menuntaskan pembangunan ruas jalan Jayapura-Wamena tahun ini. Sehingga distribusi barang dari wilayah itu lancar dan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.

“Dengan beroperasinya pelabuhan Depapre untuk jalur tol laut maka perhatian selanjutnya adalah peningkatan jalan trans Papua rute Jayapura-Wamena. Karena rute ini adalah rute baru ekonomi Papua,”ujarnya.

Denias memproyeksikan apabila jalan ini sudah bisa dilalui dengan mulus, maka dampak ekonominya sangat besar bagi masyarakat. Contohnya harga beras dan gula yang saat ini mencapai per karung Rp800 ribu bisa turun hingga Rp500 ribu. Begitupun material bangunan dan barang-barang rumah tangga.

“Kalau jalan ini sudah bagus dan mulus untuk dilalui maka dampaknya pasti dirasakan masyarakat. Contohnya hasil pertanian masyarakat Puncak Jaya bisa didistribusi ke Wamena dan Jayapura. Begitupun harga sembako dan material bangunan tidak terlalu mahal,”kata Wabup Denias.

Dengan terbukanya jalan trans Papua ruas Jayapura-Wamena, akses menuju delapan kabupaten di wilayah Pengunungan Papua semakin cepat yakni Yalimo, Jayawijaya, Tolikara, Puncak Jaya, Puncak (Sinak-Ilaga), Lanny Jaya, Memberamo tengah dan Nduga sampai Mbua. Kemudian akan tersambung ke Yahukimo, Boven Digoel hingga ke Merauke.

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) menyebutkan, panjang jalan trans Papua di Papua mencapai 2.902 km. Meliputi ruas Jalan Merauke-Tanah Merah-Waropko (543 km), Waropko-Oksibil (136 km), Dekai-Oksibil (225 km), dan Kenyam-Dekai (180 km).

Lalu, Wamena-Habema-Kenyam-Mamug (295 km), Jayapura-Elelim-Wamena (585 km), Wamena-Mulia-Ilaga-Enarotali (466 km), Wagete-Timika (196 km), dan Enarotali-Wagete-Nabire (285 km).

Ruas jalan Jayapura-Wamena adalah ruas jalan trans Papua terpanjang. Ruas ini melintasi Jayapura-Yetti-Mamberamo-Elelim-Wamena. Dari angka itu pada ruas Jayapura-Mamberamo sepanjang 283,18 km, jalan yang teraspal mencapai 231,48 km.

Sementara untuk ruas Mamberamo-Elelim sepanjang 161,65 km, jalannya belum teraspal sama sekali. Sedangkan ruas Elelim-Wamena sepanjang 18,17 km, jalan yang teraspal sekitar 10 km.

Penyelesaian ruas Jayapura-Wamena terdiri dari enam paket kegiatan untuk menuntaskan pengaspalannya secara menyeluruh sampai 2023.

Editor | HANS BISAY

Komentar