Natal, KONI Liburkan Atlet Papua

JAYAPURA (PTIMES)- Menjelang perayaan Natal 25 Desember 2020, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua meliburkan atlet Papua yang sedang menjalani pemusatan latihan.

Dalam rapat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengurus KONI Provinsi Papua,Kamis (3/12/2020), berlangsung di ruang pertemuan Wisma Atlet, Mandala Jayapura, diputuskan waktu libur mulai tanggal 24 Desember 2020 hingga 27 Desember.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

“Disepakati atlet diliburkan mulai tanggal 24 Desember 2020 hingga 27 Desember 2020. Pada tanggal 28 mereka berlatih kembali dan akan kembali libur tahun baru mulai tanggal 30 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021,”ungkap Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya,SP.M.Si disela-sela Rakor.

Selain hari libur, Rakor juga memutuskan akan mengumumkan hasil tes kebugaran atlet-atlet Papua yang sedang berlangsung pada awal libur atau minggu pertama usai liburan hari Natal dan Tahun Baru.

Kenius menekankan kepada pengurus Cabang Olahraga (Cabor) dan pelatih untuk berkoordinasi dengan KONI terkait keputusan latihan dan waktu libur atlet.
“Khusus ke pengurus Cabor dan pelatih tidak mengambil langkah- langkah sendiri tanpa arahan koni terkait hari libur. Harus tetap koordinasi.”

Ketua Bidang Media, Humas dan Protokoler KONI Papua, Gilberth Yakwart S.STP menambahkan Rakor Pengurus KONI Papua memutuskan tiga poin penting yakni pertama keputusan waktu libur atlet dan pelatih yang sedang Training Center (TC) jelang hari Natal dan Tahun Baru.

Kedua atlet-atlet dari Cabor-Cabor yang TC di Jayapura dan sekitarnya segera difasilitasi masuk ke wisma atlet dan ketiga tes kebugaran yang sedang berlangsung menjadi patokan atau dasar awal KONI untuk penentuan degradasi atlet.

Hasil tes kebugara menjadi poin penting, dimana hasil tes menjadi patokan sebagai degradasi atlet. Hasil tes kebugaran rencananya akan diumumkan sebelum libur atau setelah minggu pertama usai libur,”tandas Gilberth.

Editor | HANS BISAY