oleh

Gubernur: Blue Print SDM Jadi Referensi Bangun OAP

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP.MH mengatakan Blue Print atau dokumen cetak biru pengembangan Sumber Daya Manusia Orang Asli Papua (SDM-OAP) menjadi referensi utama bagi pemerintah dalam membangun OAP.

Dua dokumen rencana induk penyiapan dan pengembangan SDM OAP melalui penyelenggaraan beasiswa pendidikan tinggi affirmatif 25 tahun (2022-2047) dan dokumen kajian proyeksi dan prediksi biaya pendidikan bagi mahasiswa Papua pendidikan dalam negeri itu diprakarsai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) bersama Universitas Cenderawasih.

Staf Ahli Gubernur Papua, Bidang Kemasyarakatan dan SDM saat membacakan sambutan Gubernur disela-sela Fokus Grup Diskusi (FGD) tentang Blue Print Percepatan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Asli Papua, Selasa pagi (03/11/2020) Hotel Horison, Kotaraja, Jayapura.

Menurut Gubernur, dalam konteks nasional, diharapkan kedua dokumen ini dapat dijadikan referensi oleh pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan engembangan SDM Papua dalam masa 5-10 tahun akan datang.

“Baik itu berupa Inpres, Kepres dan keputusan pemerintah lainnya,”ungkap GUbernur dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Papua, Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Elsye P Rumbekwan,SPi,M.Si disela-sela Fokus Grup Diskusi (FGD) tentang Blue Print Percepatan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Asli Papua, Selasa pagi (03/11/2020).

Gubernur Enembe mengatakan kedua dokumen tersebut menjadi pijakan Pemerintah Provinsi Papua membangun SDM OAP melalui kerjasama pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Tanggapi Masalah Gubernur Enembe, Ini Pernyataannya

Sehingga dalam waktu 10 tahun hingga 25 tahun kedepan dapat menjawab ketersedian SDM di lima wilayah adat sesuai dengan potensi, karakteristik dan keunggulan daerah.

“Saya percaya bahwa pertemuan hari ini sangat penting dan strategis bagi kemajuan Papua melalui gagasan baru, ide cerdas dari para akademisi, pemerhati pendidikan dan seluruh peserta untuk memperkaya dokumen cetak biru (Blue Print) pengembangan SDM asli Papua ke jenjang perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri dan dokumen kajian proyeksi dan prediksi biaya pendidikan bagi mahasiswa,”katanya.

Kepala BPSDM Papua Saat Melaporkan Progress Penyusunan Grand Design Pengembangan SDM OAP.

Kepala BPSDM Provinsi Papua, Aryoko AF Rumaropen,SP.M.Eng dalam laporannya menyebutkan penyusunan dokumen grand design pengembangan SDM Papua beserta strategi pembiayaannya disusun merujuk kepada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Dan telah terintegrasi dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Kesejahteraan Pemprov Papua dan Papua Barat.

“Bersyukur kedua dokumen ini telah siap dan berharap menjadi referensi tunggal bagi Pemprov Papua dalam pengembangan SDM anak-anak Papua dalam kurun waktu 25 tahun,”jelas Aryoko.

Ketua Tim Penyusunan Dokumen Grand Design Pengembangan SDM Papua, Dr. Basir Rohrohmana,SH.MH saat Pemaparan.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusunan Dokumen Grand Design Pengembangan SDM Papua, Dr. Basir Rohrohmana,SH.MH mengatakan sesuai grand design pengembangan SDM asli Papua yang telah disusun maka percepatan pembangunan SDM Papua dalam 25 tahun kedepan berbasis vokasi, profesi dan akademik.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Dianugerahi Gelar Kesultanan Buton

“Dengan melihat kebutuhan di masing-masing kabupaten kota. Jadi pengembangannya disesuaikan dengan kebutuhan sesuai karakteristik dan sumber daya setempat,”ungkap Basir.

Dia juga menekankan bahwa diera digital dan kemajuan teknologi komunikasi maka kedepan Papua membutuhkan pengembangan pendidikan vokasi dan profesi untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja.

Editor | HANS BISAY

Komentar