A2: Proyek Rp1 M untuk Anak Wondama

WONDAMA | PAPUA TIMES- Calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Wondama,ELysa F Auri,SE.MM–Feri Auparay,S.Sos (A2) menyatakan komitmennya memberdayakan pengusaha Orang Asli Papua (OAP) di Wondama.

Hal itu dikemukakan Calon Bupati Teluk Wondama,ELysa F Auri,SE.MM saat kampanye terbastas di Huntap Wondiboy, Sabtu pekan lalu (10/10/2020).

“Pemerintah Pusat memberikan kesempatan orang Papua dan Papua Barat untuk mengerjakan proyek 50 juta sampai 1 miliar, apabila di daerah pedalaman sampai 2 miliar. Ini kami akan buat Perbupnya, untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak di Teluk wondama berpartisipasi membangun Teluk Wondama,” ungkap Elysa Auri.

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Wondama ELysa F Auri,SE.MM–Feri Auparay,S.Sos (A2) melaksanakan kampanye terbatas di wilayah Huntap Wondiboy Distrik Wondiboy, Sabtu pekan lalu (10/10/2020).

Mantan Carateker Kabupaten Asmat itu mengatakan keterlibatan putra-putri asli Wondama dalam kegiatan pembangunan merupakan wujud nyata keberpihakan atau affirmasi. Masyarakat Wondama harus menikmati pembangunan.

“Kita harus berpartisipasi di Pembangunan, kita tidak boleh jadi penonton di tempat sendiri, supaya pembangunan kita nikmati,”ujarnya.

Dikatakan Auri, untuk pemberdayaan pengusaha asli Papua Wondama maka pihaknya akan melakukan pembinaan. Hal ini untuk membantu mereka dari sisi administrasi maupun penyelesaian kegiatan.

Pembinaan, lanjutnya, juga untuk meminimalisir jual beli proyek.“Saya ingatkan proyek jangan dijual. Nanti kita kasih uang muka kerja untuk pakai beli barang, jangan utang lagi di toko,”tandasnya.

Pendeta dan Guru Jemaat Diperhatikan

Selain perhatian kepada pengusaha asli, Elysa Auri juga berjanji memberikan insenti kepada seluruh guru-guru jemaat di Teluk Wondama. “Semua guru –guru jemaat dibakal jemaat, yang mereka punya gaji satu bulan 200 ribu, kita akan berikan tujangan kepada mereka,”katanya.

Para pendeta dan guru jemaat di Kabupaten Teluk Wondama juga bakal diberangkatkan untuk ke Kota Suci Yerusalem, Israel setiap tahun. “Kita akan berikan kesempatan pendeta dan guru jemaat melakukan wisata rohani ke Israel, Yerusallem, setiap tahun 10 orang,”ungkap Auri.

Editor | BUSTAM

Komentar