Peserta Peresmian Stadion Lukas Enembe Wajib Rapid Test

JAYAPURA (PTIMES)- Ketua Harian Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB-PON) XX Papua, DR.Yunus Wonda,SH.MH memastikan peresmian Stadion Papua Bangkit menjadi stadion Lukas Enembe berlangsung dengan protokol kesehatan ketat.

Peresmian stadion sekaligus venue PON XX, rencananya dihadiri 40 ribu orang pada tanggal 20 Oktober 2020 mendatang. Setiap warga yang masuk stadion wajib menunjukan hasil rapid test non reaktif. Setiap tribun hanya ditempati 50 persen peserta.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer

“Kemudian ada pengaturan kursi berjarak pada setiap tribun. Dan yang penting pula adalah setiap mereka yang masuk stadion wajib menggunakan masker,” terang Yunus di Jayapura, Senin (5/10/2020).

Rapat Persiapan Peresmian Stadion Lukas Enembe dan Venue PON.

Ia akui, di masa pandemi saat ini, tak bijak mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak. Hanya saja, sulit untuk menghentikan antusiasme masyarakat pada saat hajatan itu digelar.

Sebab selain meresmikan stadion dan venue PON, juga digelar uji coba sepak bola antara Persipura dan Tim Sepakbola PON Papua. Kemudian Peresmian perubahan nama Bandara Sentani menjadi Theys Eluay serta ibadah syukuran, laporan jumlah OAP dari Kepala Dinas Sosial Papua serta penyampaian kesiapan atlet Papua jelang PON 2021 oleh KONI Papua.

“Yang pasti dalam kegiatan ini PB PON Papua akan libatkan seluruh bidang protokol kesehatan, baik di provinsi, tetapi juga kabupaten dan kota. Tapi kita juga minta kerja sama masyarakat yang akan datang agar tertib dan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” harap ia.

Sementara terkait pembatasan aktivitas di Kabupaten Jayapura hingga pukul 17.00 Wit, Yunus mengatakan bakal bertemu bupati setempat untuk meminta kelonggaran waktu. “Paling lambat sampai pukul 21.00 WIT. Sebab untuk memobilisasi masyarakat pulang dari stadion itu butuh waktu yang lama,”kata Yunus memastikan PB PON Papua menyediakan tumpangan bus bagi masyarakat yang hadir di acara peresmian.

Editor: ERWIN RIQUEN

Komentar