Pilkada Keerom: SK Demokrat untuk Bobirus Yikwa-Halim Hamid Dievaluasi

JAYAPURA (PTIMES)- Surat Keputusan (SK) DPP Partai Demokrat dan formulir B.1-KWK kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Keerom Provinsi Papua atas nama Bobirus Yikwa dan Halim Hamid saat ini sedang dievaluasi dan terancam ditarik kembali.

Pasalnya, hingga Senin (31/8/2020) pasangan ini belum mendapatkan dukungan dari partai lain agar memenuhi syarat maju dalam Pilkada Keerom 2020.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer

Seperti diketahui pasangan Bobirus Yikwa–Halim Hamid pada akhir Juli 2020 menerima SK dukungan Partai Demokrat sekaligus form B.1-KWK untuk Pilkada Kabupaten Keerom. SK diserahkan langsung Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Papua, Ricky Ham Pagawak,SH.M.Si dalam keterangan persnya melalui video conference,Senin malam dari Jakarta, menegaskan untuk Kabupaten Keerom, saat ini DPP Demokrat sedang melakukan evaluasi.

“Di Keerom kita ada 2 kursi di DPRD. Kita butuh minimal 2 kursi lagi. Demokrat masih mencari dukungan dengan partai lain. Tapi menjelang akhir proses ini, belum ada, sehingga DPP melakukan evaluasi,”ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil RHP itu menekankan apabila pasangan ini tidak dapat menunjukkan dukungan dari partai lain maka Partai Demokrat akan menentukan pasangan calon lain untuk diusung pada Pilkada nanti.

“Tetapi kepada siapa, itu pun belum kita putuskan. Sampai saat ini masih ada komunikasi politik yang masih hangat dan dinamis antar partai. Kita berharap bisa mendapatkan partai lain untuk koalisi dan dapat 1 tiket untuk maju,” tegasnya.

RHP menambahkan, hingga Senin malam, masih ada 2 kabupaten yang belum diputuskan siapa calon yang akan diusung Partai Demokrat. Kedua kabupaten itu ialah Supiori dan Nabire.

“Oleh karena itu, untuk Supiori dan Nabire, kami belum bisa komentar, siapa yang akan kami dukung. Saat ini komunikasi politik masih hangat dan masih sedang berlangsung, baik antara bakal paslon sendiri, maupun tingkat pimpinan Demokrat di DPC, DPD dan DPP,” urainya.

Editor: HANS BISAY

Komentar