Wagub Klemen Instruksikan Seluruh ODP dan PDP Jalani Tes PCR

JAYAPURA (PTIMES) – Wakil Gubernur Klemen Tinal memberi waktu dua minggu kepada tim Satgas Covid-19 Provinsi Papua untuk segera melakukan tes swab atau PCR (Polymerase Chain Reaction) terhadap orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di seluruh bumi cenderawasih.

Tes tersebut bertujuan untuk menyetop penyebaran serta memastikan berapa banyak jumlah warga Papua yang postif terinveksi virus corona, sehingga upaya pemulihan bisa segera dimaksimalkan.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

“Dari data yang ada ODP di Papua 4029 dan PDP 142. Sementara yang sudah jalani tes PCR 752. Selisihnya ini dalam 2 minggu diselesaikan”.

“Kalau semua sudah selesai seandainya (yang positif banyak) ya kita tidak harap begitu, tapi kita tidak kuatir jika demikian. Karena angka itu sudah tercatat di ODP dan PDP,” terang Wagub Klemen kepada wartawan usai rapat pencegahan dan penanggulangan Covid-19 , di Jayapura, tadi malam.

Menurut ia, sudah waktunya bagi Provinsi Papua untuk tidak lagi fokus kepada pasien yang sudah positif. Bukan berarti mengabaikan yang pasien positif, namun upaya pencegahan mulai beralih kepada mereka yang berstatus ODP dan PDP, apalagi jika nanti dalam hasil tes PCR positif terinveksi virus corona.

Sebab biasanya mereka yang berstatus ODP dan PDP sebagaimana penuturan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu, tingkat aktivitasnya sangat tinggi sehingga mudah menyebarkan virus kepada yang sehat.

“Ya mungkin juga ODP atau PDP ini tidak tahu dengan statusnya (apakah sudah terinveksi), lalu orang sekitar dia pun tidak tahu, sehingga akhirnya berpotensi menyebarkan virus. Ini mungkin saja terjadi di Papua, jika kita hanya fokus kepada pasien yang positif sedangkan ODP dan PDP ini jalan kesana kemari”.

“Jadi fokusnya kali ini kita rubah. Makanya mulai Selasa (28/4/2020) hitung jumlah ODP dan PDP di masing-masing kabupaten dan kota, rapatkan lalu tes (PCR) mereka. Kalau sudah tes kita tahu berapa yang positif lalu jaga mereka dalam arti yang positif. Kita sampaikan hati-hati jangan banyak keluar agar tidak menyebarkan,” harap ia.

Klemen optimis jika hal tersebut sudah dirampungkan, diharapkan pada Juli 2020 mendatang, penyebaran virus ini sudah bisa ditekan.

“Asalkan masyarakat pun bisa bekerja sama. Lakukan intruksi pemerintah dengan tetap di rumah. Dan jika terpaksa keluar wajib memakai masker, jaga jarak lalu tidak berada di keramaian,” pungkasnya.

EDITOR : ERWIN