oleh

Lebih Baik Mandi Keringat Daripada Berdarah-Darah Diatas Ring

JAYAPURA (PTIMES)- Jika tak ada aral melintang, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX digelar 20 Oktober 2020 di Papua. Menuju iven empat tahunan itu, atlet-atlet Papua dari 37 Cabang Olahraga (Cabor) giat menjalani Training Center (TC) atau pemusatan latihan.

Salah satunya, Cabor Tinju PON Papua yang berlatih di Sasana Rebali Padangbulan, Kota Jayapura. Sebanyak 21 petinju saat ini sedang menyiapkan diri untuk melakukan try out atau uji tanding ke Bekasi Jawa Barat.

Pelatih Kepala Tinju PON XX Papua, Ayub Epa mengatakan sehubungan dengan instruksi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua menunda TC ke luar negeri, maka pihaknya memilih Bekasi sebagai kamp uji tanding.

“Ada 21 petinju Papua terdiri dari 11 petinju putra dan 10 putri petinju yang saat ini disiapkan untuk uji tanding di Bekasi,”ungkap Ayub didampingi petinju dan konsultan tim tinju usai pertemuan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Papua, akhir pekan kemarin di Sasana Rebali Padangbulan

Sekum Serahkan Bantuan Dana Ucapan Syukur dan Operasional kepada Pelatih Kepala Tinju Papua.

Menurutnya, Try out ke Bekasi dalam rangka sparring partner dengan petinju-petinju asal Jawa Barat , DKI Jakarta dan sekitarnya sehingga petinju dapat menambah pengalaman bertanding dan meningkatkan teknik. “ Kita berharap dengan mendapat sparring partner yang sepadan di Bekasi bisa menambah jam terbang petinju dan taktik petinju kita,”ungkap Ayub.

Sekum KONI Papua, Kenius Kogoya,SP.M.Si didampingi pengurus dan tim medis KONI Papua, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kamp latihan Tinju Papua di Sasana Rebali Padangbulan, Kota Jayapura.

Dihadapan pelatih, konsultan dan petinju, Sekum KONI kembali menegaskan bahwa dengan merebaknya wabah virus Corona maka KONI Papua telah mengambil langkah-langkah pencegahan dengan menunda seluruh jadwal TC keluar negeri begitupun try out ke pulau Jawa dan sekitarnya masih dipertimbangkan.

“KONI Papua mendukung upaya-upaya Cabor. Tapi dengan wabah virus Corona, kami minta pelatih mempertimbangkan kembali rencana TC ke luar Papua,”ungkapnya.

Kenius mengungkapkan bahwa tinju Papua merupakan Cabor unggulan Papua. Oleh Karena itu, dia meminta petinju Papua mempersiapkan diri dengan baik. Di PON XX nanti atlet Papua wajib menunjukan kualitas bertinju yang sportif dan fairplay.

“Lebih baik kita mandi keringat saat berlatih daripada berdarah-darah diatas ring. Kita tidak ingin cerita buruk di PON Jawa Barat terulang di Papua. PON XX di Tanah Papua harus fairplay. Kita ingin menjadi contoh bahwa pemenang diatas ring karena memang prestasi dan bukan karena faktor non teknis,”ujarnya.

Sekum mengingatkan bahwa pada PON nanti petinju Papua wajib meraih medali emas dengan menjatuhkan lawan. “Kita tuan rumah. Kita wajib juara dan emas tanpa bantuan non teknis. Kalian harus jatuhkan lawan ronda pertama atau kedua. Jangan main sampe tiga ronde. Lihat petinju Mike Tyson, dia jatuhkan lawan di ronde-ronde awal,”bilang Kenius yang pada Sidak kali ini menyerahkan dana operasional dan ucapan syukur sebesar Rp50 juta.

Mengakhiri arahannya, Kenius menegaskan bahwa kekuatan tinju Papua memiliki kekuatan khusus secara fisik dan rohani. “Secara fisik kita sangat kuat dan yang paling utama adalah kita punya kekuatan sangat dahsyat yakni kekuatan Tuhan Jesus Kristus yang selalu menyertai kita,”tandas Kenius Kogoya.

Editor: HANS BISAY

Komentar

News Feed