oleh

PLBN Skouw Gerbang Eksportasi

PORT NUMBAY- Sejak diresmikan Presiden Ir.Joko Widodo tahun 2017, aktivitas ekonomi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) meningkat. Didukung dengan bangunan dan fasilitas serta sistem yang lebih modern, PLBN Skouw, di Distrik Muara Tami, Jayapura, Provinsi Papua, kini menjadi pintu gerbang eksportasi khususnya bagi barang-barang kebutuhan pokok, termasuk produk pertanian.

“Sebagai komoditas wajib diperiksa karantina, kami siap melakukan percepatan layanan karantina di setiap batas negara, termasuk Skouw,” kata Ali Jamil, PhD – Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian saat melepas ekspor 1,75 ton produk turunan gandum berupa terigu asal Jayapura ke Papua Nugini, di Skouw, Jayapura.
Jamil yang pada saat bersamaan melakukan inspeksi layanan karantina di PLBN ini menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran keamanan dan kepabean yang telah bersama-sama melakukan tugas perlindungan dan pengawasan di batas negeri.

Ia juga berharap kedepan kerjasama ini terus ditingkatkan untuk pengendalian upaya penyelundupan. Dan yang lebih penting lagi, katanya bahwa sesuai arahan Presiden melalui Menteri Pertanian guna meningkatkan eksportasi produk pertanian guna mendongkrak neraca perdagangan.”Papua tanah yang kaya, mari sama-sama kita optimalkan guna memberi nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Jamil.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe.S.IP,MH, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian, Ali Jamil menyampaikan bahwa secara geografis, Provinsi Papua merupakan pintu masuk bagi negara-negara di wilayah perairan Pasifik, terlebih dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, Papua dapat menjadi pintu masuk ekonomi.

“Kami laporkan, di konter layanan karantina pertanian PLBN Skouw setiap hari kita mensuplai bahan makanan pokok yang menjadi komoditas lapor karantina,” kata Jamil. Dari sisi volume dan jenis cukup banyak, sebagai contoh produk turunan gandum berupa tepung terigu setiap harinya tercatat 10 ton. Belum lagi komoditas pertanian lainnya seperti daging ayam segar, kayu lapis, biji kopi, vanili, susu dan sosis, tambahnya.
Dalam dialog kali ini, diekspose juga produk kopi Wamena, Kabupaten Jayawijaya memiliki citarasa yang khas. Dengan luas lahan pertanian kopi di Jayawijaya yang mencapai 1.910 ha yang tersebar di 24 Distrik seperti di Walesi, Kurulu, Hubertus dan Pyramid. Dengan produktifitas kopi wamena berada pada kisaran 600-650 kg/ha dan produksi kopi pada tahun 2017 sebanyak 125,8 ton.
Komoditas kopi Wamena jadi salah satu contoh komoditas unggulan yang harus didorong. Belum lagi komoditas ekspor lain yang mulai banyak permintaannya.
Menurut Jamil, Barantan selain bertugas melakukan proteksi terhadap kemungkinan masuknya hama penyakit hewan dan tumbuhan, kini Barantan bersama-sama dengan instansi terkait baik dipusat dan daerah sesuai dengan pesan Presiden Jokowi juga harus melakukan lompatan kinerja guna mendongkak ekspor asal komoditas pertanian.

BACA JUGA  Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Editor: JAVARIS R SINAMBELA

Komentar