oleh

Gedung BPS Rp39 M Lebih Diresmikan

JAYAPURA- Gedung Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua yang dibangun dengan dana sebesar Rp39.091.361.099, Senin (18/9/2017) diresmikan penggunaannya oleh Kepala BPS RI Suhariyanto.
Acara peresmian gedung 4 lantai yang berlokasi Dok IV Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura itu turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, TEA Hery Dosinaen,S.IPmKP Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar,MH serta Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Papua.
Kepala BPS Papua, Drs.Simon Sapary,M.Si dalam laporannya mengatakan gedung BPS Papua itu dibangun selama tiga tahun dengan menelan anggaran sebesar Rp39.091.361.099. Pembangunannya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, pembangunan secara multi years mulai tahun 2012 hingga 2013 dengan pagu anggaran sebesar Rp23 miliar dengan realisasi anggaran sebesar Rp22.115.690.000. Kemudian revitaliasi gedung BPS tahap kedua, dilaksanakan dengan kontrak tahun tunggal di 2015. Dengan pagu anggaran Rp17.500.000.000 dan terealisasi Rp16.981.671.000”.
Simon berharap dengan hadirnya kantor BPS tersebut, masyarakat dan pemerintah dapat dengan mudah mengakses informasi statistik dengan baik. “BPS Papua terbuka dan disiap melayani masyarakat dan pemerintah,”kata Sapari.
Sementara, Kepala BPS RI Suhariyanto dengan diresmikannya gedung ini dapat meningkatkan kinerja dan layanan BPS Papua. Dia meminta BPS Papua lebih profesional dalam melaksanakan tugas-tugas utamanya.“Peningkatan SDM patut dilaksananakan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam mewujudkan clean dan good governance.”
BPS Papua diminta utnuk menyajikan data statistik yang valid sehingga bisa digunakan untuk mendorong percepatan pembangunan di Papua. Suhariyanto mengakui untuk membangun Papua tak mudah karena berbagai tantangan geografis dan topografi. Meski begitu, lanjutnya, Presiden Jokowi sudah sudah menekankan agar memberikan keberpihakan dan perhatian khusus bag wilayah timur Indonesia, terutama Papua.

BACA JUGA  Hari Ini, Menkeu Kembali Beri Papua Penghargaan

Editor: LEPIANUS KOGOYA

Komentar