oleh

Jokowi Mau Bangun Rel KA di Papua, Butuh Duit Berapa?

Jakarta – Pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi) berencana memulai pembangunan infrastruktur transportasi rel kereta api di Papua.Kementerian Perhubungan menargetkan pembangunan jalur rel kereta api di Papua bisa dimulai 2018. Pembangunan fase pertama rel yakni ruas Manokwari hingga Sorong, keduanya di Provinsi Papua Barat.
Dari data Ditjen Kementerian Perhubungan (Kemenhub), seperti dikutip detikFinance pada Jumat (2/6/2017), pembangunan jalur kereta api di Papua tahap pertama sepanjang 390 kilometer (km) ini akan memakan biaya Rp 10,33 triliun.
Jalur tersebut sudah dilakukan kajian kelayakan dan trase pada 2015, dan selesai Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Detail Enginering Design (DED).
Sementara masa konstruksi baru bisa dilakukan mulai 2018, dengan masa pengadaan lahan dilakukan secara bersamaan dari mulai tahun ini sampai 2019.
Kemudian di fase selanjutnya yakni periode 2020-2024 yakni ruas Manokwari-Nabire. Membentang sepanjang dekat pesisir pantai di Papua Barat.Fase kedua ini kemudian akan dilakukan pembangunan tahap ketiga di periode 2025-2030 yang akan menyambungkan Sarmi-Nabire-Timika. Dan direncanakan bisa berakhir hingga ke Jayapura.
Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mematangkan rencana pembangunan jalur kereta api di Papua. Untuk tahap awal, pemerintah menargetkan bisa membangun jalur rel kereta api baru sepanjang 390 kilometer (km).
Rute rel kereta ini membentang dari Kota Sorong memanjang hingga menuju ke Kota Manokwari. Jalur kereta tersebut kemudian akan dilanjutkan hingga ke Nabire, dan berakhir di Kota Jayapura pada tahapan selanjutnya.
Dari data Ditjen Kementerian Perhubungan (Kemenhub), seperti dikutip detikFinance pada Jumat (2/6/2017), pembangunan jalur kereta api di Papua dilakukan dalam beberapa tahapan.
Pada tahap pertama periode 2015-2019, fokus pembangunan yakni menyelesaikan jalur kereta api dari Sorong hingga Manokwari. Kemudian di tahap selanjutnya yakni periode 2020-2024 yakni ruas Manokwari-Nabire.Hingga saat ini, Kementerian Perhubungan baru menyelesaikan tahapan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Detail Enginering Design (DED).
Sementara konstruksi jalur kereta api sendiri baru bisa dilakukan pada 2018 yang didanai dari APBN, dengan pengadaan lahan dimulai dari tahun ini dan ditargetkan bisa selesai pembebasan tanahnya pada 2019 nanti.Sedangkan untuk rencana fase terakhir atau tahap ketiga di periode 2025-2030, proyek KA Papua akan menyambungkan Sarmi-Nabire-Timika. Dan direncanakan bisa disambungkan hingga ke Jayapura. (idr/wdl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed