oleh

Gaungkan PON, Seluruh Tempat Usaha Diminta Pasang Baliho

JAYAPURA (PTIMES) – Menpora Zainudin Amali dalam kunjungannya ke Jayapura, Papua, beberapa hari lalu sempat menyoroti persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XX 2020 di Bumi Cenderawasih yang terlihat kurang semarak.

Menyikapi hal itu, seluruh tempat usaha (toko, restoran, kios dan lainnya) di klaster-klaster penyelenggara iven empat tahunan tersebut, diminta untuk segera memasang baliho maupun spanduk dukungan terkait penyelenggaraan PON XX 2020.

Tak hanya tempat usaha yang berada di depan jalan raya, seluruh kantor BUMN, BUMD, instansi pemerintahan maupun TNI/Polri serta hotel dan perusahaan swasta, wajib memasang baliho PON XX 2020.

“Tujuannya supaya gema PON ini bisa terlihat sebab waktu pelaksanaannya sudah dekat. Sehingga saya harap baliho maupun spanduk itu dapat dipasang secepatnya, sebagai kepedulian kita terhadap pelaksanaan PON di Papua,” ucap Ketua
Harian PB PON Papua Yunus Wonda, disela-sela penutupan CdM Meeting KONI se-Papua, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (13/2) malam.

Yunus menjelaskan, sebenarnya kebijakan meminta pemasangan baliho untuk menyemarakan PON sudah dipikir sejak jauh-jauh hari. Termasuk promosi pemasangan baliho dan spanduk diluar Provinsi Papua.

Hanya saja, PB PON Papua sedang menyiapkan beberapa hal agar gaungnya benar-benar maksimal.

“Sebab kita tidak mungkin minta baliho di rumah lain hanya dengan bicara begitu saja. Tentu ada beberapa hal yang harus kita siapkan terlebih dahulu. Sehingga nanti kalau semua sudah siap sudah pasti kita tetap mendorong gaung PON tersebut,” ucap ia.

Yunus targetkan, pemasangan baliho dan spanduk promosi PON di luar Papua akan dilakukan sekitar Maret mendatang.

Dia pun berharap dukungan masyarakat agar ikut menggaungkan PON melalui media sosial yang ada, supaya gema iven empat tahunan ini bisa dirasakan hingga ke seluruh pelosok tanah air.

EDITOR : ERWIN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed