NASIONAL

PWI-Lemhannas Teken MoU Perkuat Ketahanan Nasional

761

JAKARTA | Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjaga ketahanan nasional.

Penandatanganan dilakukan Ketua Umum PWI Akhmad Munir dan Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Turut mendampingi jajaran PWI Pusat, Wakil Sekjen Kadirah, Wakil Sekjen Haryo Ristamaji, dan Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum Anrico Pasaribu.

Kerja sama mencakup peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan kepemimpinan dan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan, pertukaran informasi dan narasumber, penyelenggaraan kegiatan ilmiah, serta bidang lain yang disepakati.

Ketua Umum PWI Akhmad Munir menyambut baik MoU tersebut. Menurutnya, kerja sama PWI dan Lemhannas telah terjalin lama dan ini merupakan pembaruan.

“Kami menyambut baik MoU antara PWI dengan Lemhannas. Kerja sama ini adalah pembaruan karena sebelumnya sudah terjalin cukup lama,” kata Munir usai penandatanganan.

Ia menjelaskan anggota PWI pusat dan daerah selama ini telah mengikuti berbagai program Lemhannas, termasuk pendidikan wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara dengan durasi tiga hingga enam bulan.

PWI akan terus melanjutkan kolaborasi mengingat tantangan ketahanan negara di tengah perkembangan teknologi informasi dan dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

“Kami tentu akan terus melakukan kolaborasi ini karena kami sadar betul bahwa tantangan terhadap ketahanan negara itu harus terus dijaga,” ujarnya.

Menurut Munir, situasi tersebut membutuhkan pemahaman dan sikap yang sama mengenai nilai-nilai kebangsaan, khususnya di kalangan wartawan. Penguatan nilai kebangsaan penting karena pers berperan strategis dalam memproduksi dan mendistribusikan informasi.

“Kita bekerja dalam koridor jurnalisme, memproduksi dan mendistribusi berita. Sehingga berita-berita yang kita produksi tetap menjaga NKRI, nilai-nilai kebangsaan, dan merawat kebinekaan,” tuturnya.

Sementara Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengatakan ketahanan nasional tidak hanya ditentukan kekuatan militer, tetapi juga ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan demografi.

“Kita menyampaikan ketahanan nasional bukan hanya ditentukan kekuatan militer, tetapi juga oleh komponen yang lain,” ujar Ace.

Ia menegaskan pembangunan ketahanan nasional merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Ancaman saat ini tidak hanya perang militer, tetapi juga perang kognitif yang dapat memengaruhi pola pikir masyarakat, terutama dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan algoritma informasi.

“Kita harus menyadari itu dan bisa jadi kita menjadi kekuatan yang dipakai,” katanya.

Melalui kerja sama ini, PWI dan Lemhannas diharapkan dapat memperkuat kapasitas wartawan dalam memahami nilai kebangsaan sekaligus meningkatkan kontribusi pers dalam menjaga persatuan nasional.

Editor | TIM REDAKSI | PAPUA GROUP

Exit mobile version