SORONG | Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong 13 sekolah di Kota Sorong untuk mengikuti Program Adiwiyata.
Dorongan itu disampaikan melalui Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Papua dalam gerakan serentak nasional bertajuk “Mengawali Langkah Bersama untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan” yang diluncurkan bersama Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat.
Kepala Pusdal LH Papua, Abdul Muin, mengatakan pembiasaan kecil di lingkungan sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan.
“Perilaku sederhana seperti mengurangi dan memilah sampah, menghemat air dan energi, serta menjaga kebersihan dan penghijauan sekolah merupakan langkah nyata dalam membangun generasi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam,” ujar Abdul Muin.

Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat mengungkapkan sekitar 80 persen Generasi Z saat ini telah memiliki kesadaran lingkungan yang baik. Potensi itu perlu difasilitasi agar menjadi aksi nyata yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan Gerakan Tobat Ekologis memadukan panggilan nurani, nilai etika, dan instrumen penegakan hukum untuk memastikan pemulihan lingkungan berjalan optimal.
Melalui gerakan yang akan berlangsung selama 30 hari ke depan di Kota Sorong dan berbagai wilayah di Indonesia, KLH/BPLH optimistis budaya pelestarian lingkungan dapat mengakar kuat dari satuan pendidikan.
Kegiatan peluncuran dan deklarasi di Papua dihadiri Dinas LH Provinsi Papua Barat Daya, Dinas Perlindungan dan Pengelolaan LH Kota Sorong, dinas LH kabupaten se-Papua Barat Daya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Dinas Pendidikan Kota Sorong, Kantor Kemenag Kota Sorong, Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik Keuskupan Manokwari-Sorong, serta kepala sekolah, guru, dan siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK di Kota Sorong.
Editor | M HASAN | SMSI NETWORK







