JAKARTA | Kontingen Indonesia belum meraih medali emas hingga hari kelima Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Rabu (23/9/2026) siang. Tim Merah Putih turun ke peringkat 21 klasemen sementara setelah digeser Bahrain yang mengoleksi dua medali perak.
Berdasarkan laman resmi Asian Games 2026, Indonesia sementara mengoleksi sembilan medali dengan rincian satu perak dan delapan perunggu.
Posisi puncak klasemen masih ditempati China dengan 60 medali (36 emas, 14 perak, 10 perunggu). Tuan rumah Jepang di peringkat kedua dengan 49 medali (11 emas, 17 perak, 21 perunggu).
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tertinggal. Empat negara ASEAN yakni Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Myanmar masing-masing telah meraih satu emas. Thailand sudah mengoleksi empat emas.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora) Erick Thohir menegaskan, Kemenpora terus berkoordinasi dengan pimpinan Cabang Olahraga (Cabor) untuk memonitor capaian kontingen dan mengevaluasi raihan medali berdasarkan target yang disepakati sebelum keberangkatan.
Erick menjelaskan target medali tidak ditetapkan sepihak oleh Kemenpora, melainkan hasil pembahasan bersama pimpinan cabor terkait potensi, kesiapan, dan peluang masing-masing nomor.
“Sejak sebelum berangkat, kami sudah duduk bersama dengan para pimpinan cabang olahraga. Kami bahas potensi, peluang dan target masing-masing. Kita sepakati targetnya bersama-sama,” ujar Erick dalam keterangan resmi, Rabu siang.
Salah satu capaian yang belum sesuai proyeksi adalah cabang wushu. Wushu ditargetkan menyumbang satu emas dari nomor taolu changquan putra, namun hanya meraih perunggu.
“Untuk Wushu, targetnya memang emas. Hari ini yang kita dapat adalah perunggu. Kita apresiasi perjuangan atlet yang sudah berjuang memberikan medali untuk Indonesia, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target,” kata Erick.
Ia menekankan evaluasi dilakukan secara objektif, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk melihat faktor di lapangan dan langkah perbaikan.
Kemenpora tetap menargetkan empat medali emas kepada NOC Indonesia, Chef de Mission (CdM), dan para pimpinan cabor hingga akhir penyelenggaraan.
“Perjalanan Asian Games masih panjang. Yang paling penting sekarang kita terus dukung atlet yang bertanding. Sambil juga kita evaluasi apa yang belum sesuai, dan kita terus bergerak bersama sampai akhir,” pungkasnya.
Editor | M HASAN | SMSI NETWORK
