WAMENA – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan dan Pustakawan Tahun 2026 untuk memperkuat budaya literasi.
Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 1 Hotel Grand Sartika, Wamena, pada 7-8 September 2026. Bimtek dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Pegunungan Lukas Kosay mewakili Gubernur Papua Pegunungan Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A.
Bimtek diikuti perwakilan dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Peserta berasal dari guru, dosen, dan tenaga pengelola perpustakaan daerah, sekolah, serta perguruan tinggi.
Dengan menghadirkan dua narasumber yakni Agus Sutoyo Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dan Edi Wiyono, S.Sos, M.Tr.A.P Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpustakaan Nasional RI.
Dalam sambutan yang dibacakan Lukas Kosay, Gubernur John Tabo menegaskan perpustakaan memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan merupakan sarana penting dalam membangun SDM berkualitas, meningkatkan budaya membaca, memperluas wawasan, serta membuka akses terhadap ilmu pengetahuan dan informasi,”kata Gubernur.
Menurutnya, Papua Pegunungan membutuhkan SDM yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan, berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap teknologi.
Ia meminta perpustakaan dikembangkan sebagai pusat pembelajaran, pusat informasi, dan pusat kegiatan literasi yang terbuka, inklusif, dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya terkonsentrasi di perkotaan.
“Keberhasilan perpustakaan tidak hanya ditentukan gedung dan koleksi buku, tetapi juga kualitas SDM pengelolanya,” tegasnya.
Gubernur juga berpesan agar peserta menerapkan hasil Bimtek di tempat kerja masing-masing dan menjadi penggerak literasi di lingkungan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Lukas Kosay menekankan penguatan literasi memerlukan kolaborasi lintas sektor. Pemprov akan mendorong kerja sama antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dengan Dinas Pendidikan.
“Literasi sangat penting karena mempengaruhi seluruh kehidupan masyarakat. Sekolah merupakan lingkungan utama membangun kebiasaan membaca anak-anak,” ujar Lukas.
Ia mengatakan masih ada anggapan perpustakaan sekadar tempat arsip. “Padahal fungsinya lebih luas dalam mendukung peningkatan kualitas SDM dan pengetahuan generasi muda,”tandasnya.
Editor | TIM REDAKSI | PAPUA GROUP
