BERITA UTAMA

Pertamina Pastikan Stok BBM Papua-Maluku Aman

85

Distribusi ke Wilayah 3T Terus Diperkuat

JAYAPURA | PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Papua dan Maluku tetap aman dan distribusi berjalan normal.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyebutkan ketahanan stok seluruh jenis BBM per Jumat, 10 Juli 2026, berada di level aman dengan rata-rata mencukupi kebutuhan 10 hari ke depan.

“Per hari ini stok seluruh jenis BBM dalam kondisi tersedia dalam level baik. Keberlanjutan pasokan juga terus dijaga seiring suplai melalui kapal-kapal pengangkut BBM yang tiba secara terjadwal di Fuel Terminal untuk kemudian didistribusikan ke SPBU sesuai kebutuhan,” kata Ispiani dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi PAPUA TIMES.

Pertamina mengandalkan sistem rantai pasok terintegrasi untuk menjaga distribusi di wilayah yang tersebar di ribuan pulau. Stok dipantau secara real time dari Fuel Terminal hingga ke SPBU.

Menurut Ispiani, kapal tanker menjadi tulang punggung pengiriman ke terminal-terminal utama di Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Dari terminal, BBM disalurkan lewat jalur darat menggunakan mobil tangki, jalur laut untuk wilayah kepulauan, serta jalur udara untuk daerah pegunungan yang sulit dijangkau.

“Kondisi geografis dan cuaca memang jadi tantangan. Tapi dengan pengelolaan rantai pasok yang baik, kami pastikan energi tetap sampai ke masyarakat, dunia usaha, dan sektor pelayanan publik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menempatkan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai prioritas.

Distribusi ke wilayah ini melibatkan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, operator transportasi, serta mitra penyalur.

Koordinasi dilakukan melalui tiga cara: komunikasi rutin antarinstansi, inspeksi lapangan berkala ke SPBU dan agen, serta pemantauan lintas sektoral di titik-titik distribusi rawan.

Langkah ini untuk mengantisipasi hambatan seperti gelombang tinggi, longsor, atau penutupan jalur udara.

“Kami tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan jadi penentu agar BBM sampai tepat waktu, terutama di daerah 3T,” tambah Ispiani.

Meski stok aman, Pertamina tetap mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Ispiani menegaskan tidak ada kelangkaan dan masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan yang justru bisa mengganggu pemerataan distribusi.

Untuk layanan dan informasi produk, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution di nomor 135 atau melalui aplikasi MyPertamina.

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengelola distribusi energi di empat provinsi: Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Wilayah kerja ini mencakup lebih dari 30 Fuel Terminal dan ratusan SPBU yang melayani kota hingga pelosok pegunungan dan kepulauan.

Perusahaan menyatakan akan terus meningkatkan keandalan operasional dan kualitas layanan agar prinsip ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia Timur.

Editor | TIM REDAKSI | PAPUA GROUP

Exit mobile version