BERITA UTAMA

Matius D Fakhiri Resmi Nakhodai KONI Papua Masa Bakti 2026-2030

64
×

Matius D Fakhiri Resmi Nakhodai KONI Papua Masa Bakti 2026-2030

Sebarkan artikel ini

JAYAPURA | Ketua Umum KONI Papua, Matius D Fakhiri,S.I.K.,S.H.,M.H beserta Pengurus KONI periode 2026-2030, Jumat malam, 5 Juni 2026 dikukuhkan dan dilantik Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman,di Sunni Hotel Abepura, Kota Jayapura, Papua.

Matius D Fakhiri resmi menakodai KONI Papua, setelah terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Papua, Jumat sore.

Musorprov yang berlangsung sejak pagi, membahas beberapa agenda sidang paripurna. Diantaranya pemilihan pimpinan Musorprov, laporan kerja dan keuangan KONI Papua serta laporan pertanggungjawaban KONI Provinsi Papua masa bakti 2022-2026.

Kemudian penetapan dan pengesahan ketua umum terpilih serta pelantikan Ketua Umum KONI Papua dan jajaran pengurus baru masa bakti 2026-2030.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Umum KONI Papua, Matius D Fakhiri yang juga Gubernur Papua atas komitmen memimpin langsung pembinaan olahraga.

“Saya berharap ada atlet Papua yang ikut pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya dan Olimpiade Los Angeles 2028,” kata Ketum KONI Pusat.

“Sejarah mencatat Lisa Rumbewas dapat mempersembahkan medali Olimpiade untuk Indonesia, saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur, Papua bisa melahirkan atlet Indonesia berprestasi dunia,” sambungnya.

Mendiang Lisa meraih 3 medali Olimpiade. Debut pada Olimpiade Sydney 2000, putri dari pasangan atlet binaraga Levi Rumbewas dan atlet angkat besi Ida Korwa, berhasil meraih medali perunggu di kelas 48 kg. Kedua pada Olimpiade Athena 2004, ia meraih medali perak kelas 53 kg. Medali Olimpiade ketiganya adalah perunggu Olimpiade Beijing 2008.

Selain itu, Ketum KONI Pusat memberikan evaluasi peringkat Pekan Olahraga Nasional (PON).

Beberapa atlet Papua mampu memecahkan rekor nasional/PON pada PON XXI/2024 seperti Natasya Beteyob, Ricko Saputra, dan Farel Armandio Tangkas.

“PON XXII/2028 NTT-NTB sudah ditentukan cabang olahraganya, saya berharap Papua bisa menentukan cabang olahraga unggulan,” pesan Marciano.

“Papua sempat peringkat ke-4 pada PON XX/2021 Papua, kalau tahun 2021 bisa, mengapa tahun 2028 tidak bisa?” lanjutnya memberikan motivasi.

Terakhir pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut, Papua peringkat ke-13 dan peringkat ke-23 pada PON Bela Diri Kudus 2025.

“Bicara olahraga kita hanya bicara Merah Putih, olahraga adalah kehormatan daerah dan kehormatan Indonesia,” tutup Marciano. Olahraga

Sementara itu, Ketum KONI Papua, Mathius Fakhiri memotivasi jajarannya. “Papua memiliki sejarah yang panjang dan terhormat dalam dunia olahraga Indonesia,” tegasnya.

Orang nomor satu di Provinsi Papua itu mengingatkan semangat ‘Torang Bisa’ yang digunakan PON XX/2021 Papua. “Makna mendalamnya, Papua bisa meraih prestasi gemilang. “Papua siap kembali menjadi provinsi olahraga,” tandasnya.

“Kita memiliki sumber daya manusia yang hebat, atlet berprestasi dan pelatih yang hebat,” ujar Gubernur Papua.

“Kita akan membangun pembinaan usia dini, kita akan melakukan talent Scouting di seluruh Papua, kita akan maksimalkan Sport Science,” jelasnya.

Talenta yang begitu banyak tersebar harus dimanfaatkan dengan baik. “Tugas kita menemukan mereka, membina mereka menjadikan mereka dapat membanggakan Papua dan Indonesia,” tandas Mathius Fakhiri.

Editor | Tim Redaksi

Comment