BERITA UTAMA

Rakerprov KONI Papua Digelar

10249

Pj Sekda Ingatkan 3 Agenda Utama

JAYAPURA | Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Papua 2026 resmi menetapkan Tim Penjaringan Bakal Calon Ketua Umum KONI Papua. Tim tersebut beranggotakan Henky Sawaki, Benny Jensenem, Otniel Deda, Korneles Yanuaring dan Thelma Numberi.

Selain itu, Rakerprov juga menyepakati jadwal Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Papua yang akan digelar pada pekan ketiga Mei 2026.

Rakerprov yang berlangsung Rabu pagi diikuti seluruh anggota KONI, yakni Pengurus Provinsi Cabang Olahraga ((Pengprov Cabor) dan KONI Daerah.

Gubernur Papua diwakili Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L Christian Sohilait,S.T, M.T saat membuka Rakerprov Rabu pagi.(foto: Humas KONI)

Rakerprov dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L. Christian Sohilait, S.T., M.T., mewakili Gubernur Papua.

Sohilait menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua memberi perhatian serius pada pembinaan prestasi olahraga.

Ia berharap pembinaan atlet dilakukan berkelanjutan, mulai dari usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga penguatan organisasi.

“Rakerprov hari ini harus menghasilkan keputusan strategis dalam pembinaan olahraga,” ujar Sohilait kepada pers usai pembukaan.

Ia menyebut ada tiga agenda strategis yang harus menjadi perhatian KONI, Pengprov Cabor, dan KONI Daerah:

1.Persiapan PON – “Agenda paling dekat adalah PON, jadi semua cabor harus mempersiapkan diri dari sekarang,” tegasnya.

2.Pembinaan prestasi berkelanjutan – mencakup atlet usia dini, hingga atlet dewasa.

3.Manajerial organisasi – merapikan kepengurusan KONI Papua dan masing-masing cabor.

“Kita rapikan semuanya agar Papua kembali meraih prestasi olahraga. Pemerintah mengapresiasi upaya KONI dalam membina atlet selama ini,” tambahnya.

Ketua KONI Papua, Dr. Kenius Kogoya, S.P., M.Si., menyebut Rakerprov menjadi momentum merumuskan strategi peningkatan prestasi olahraga di Papua.

“Olahraga memiliki peran luas sebagai alat pemersatu bangsa dan pembentuk karakter generasi muda,” ucapnya.

Kenius juga mengingatkan pentingnya persiapan menuju PON XXIII NTT-NTB 2028. Karena itu, KONI dan Pengprov wajib menyatukan langkah menyiapkan atlet untuk babak kualifikasi Pra PON 2027.

“Kita harus mempersiapkan diri lebih baik. Pembinaan dan pemusatan latihan wajib dipersiapkan lebih matang,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakerprov KONI Papua, Hengky Sawaki, S.E., menjelaskan beberapa pokok pembahasan utama dalam Rakerprov kali ini.

Di antaranya: laporan pertanggungjawaban KONI Papua 2025, penetapan program kerja 2026, serta pembahasan keanggotaan KONI Provinsi Papua dan pembinaan olahraga prestasi.

Rakerprov diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari pengurus KONI Papua, utusan KONI kabupaten/kota, perwakilan cabang olahraga, serta organisasi olahraga fungsional.

Editor | TIM | PAPUA GROUP

Exit mobile version