BERITA UTAMAINTERNASIONAL

Puncak HPN di Papua Barat, PWI Gelar Bukber dan Syukuran

68
×

Puncak HPN di Papua Barat, PWI Gelar Bukber dan Syukuran

Sebarkan artikel ini

MANOKWARI | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat, Jumat 27 Februari 2026 menggelar syukuran sekaligus Buka Bersama (Bukber) dalam rangka puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, di Manokwari.

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers di tengah tantangan disrupsi digital serta maraknya disinformasi.

Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Marthen Kocu, mengatakan HPN tahun ini mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

Menurutnya, tema tersebut relevan dengan kondisi saat ini ketika media dituntut tetap profesional dan berintegritas di tengah derasnya arus informasi.

“Pers yang sehat bukan hanya soal eksistensi media, tetapi tentang profesionalisme, integritas, dan etika jurnalistik yang dijunjung tinggi dalam setiap pemberitaan. Ekosistem media yang kuat memiliki hubungan erat dengan ketahanan ekonomi dan kemajuan bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan, pers memiliki tanggung jawab membangun optimisme, menjaga persatuan, serta menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang.

Pemerintah Provinsi Papua Barat, kata dia, menyadari pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan pengawasan konstruktif dari media.

“Kritik yang membangun, kontrol sosial yang objektif, serta penyampaian informasi yang transparan merupakan bagian dari kemitraan strategis antara pemerintah dan pers,” katanya.

Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, turut mengapresiasi peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Ia menyebut peringatan HPN sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendukung pembangunan.

“Pemkab Manokwari menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari insan pers,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Papua Barat, Bustam, menegaskan pers merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah kemerdekaan Indonesia, termasuk dalam perjalanan pembangunan Papua Barat.

Ia menyebut kebebasan pers yang dijamin undang-undang harus diiringi dengan peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan.

“Tantangan pers saat ini adalah bergelut dengan media sosial. Informasi yang tersebar sering kali tidak memenuhi kaidah jurnalistik,” katanya.

Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh menjadi ancaman bagi eksistensi pers, melainkan harus direspons dengan peningkatan kualitas kerja jurnalistik agar tetap berada pada jalur etika dan profesionalisme.

Ketua Panitia HPN 2026, Ari Amstrong, melaporkan rangkaian kegiatan HPN sebelumnya telah diisi dengan penanaman pohon di Kampung Katebu yang dihadiri Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan,

serta pembagian 1.000 bibit pohon kepada masyarakat di kawasan Lampu Merah Haji Bauw. Selain itu, panitia juga merencanakan kegiatan penguatan kapasitas wartawan pada 4 Maret mendatang.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan rangkaian HPN 2026, baik melalui dukungan dana maupun waktu,” ujarnya.

Peringatan HPN 2026 di Papua Barat tidak hanya menjadi ajang refleksi peran pers, tetapi juga pengingat bahwa independensi, integritas, dan keberanian menyuarakan kebenaran tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga demokrasi.

Editor | TIM | PAPUA GROUP

Comment

error: COPYRIGHT © PAPUA TIMES 2023 | KARYA JURNALISTIK DILINDUNGI UNDANG-UNDANG