WAMENA | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menggelar kegiatan edukasi dan sosialisasi pemberantasan aktivitas keuangan ilegal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aula Kantor Gubernur Papua Pegunungan, Senin, 2 Februari 2026.
Kegiatan ini dibuka Gubernur Papua Pegunungan yang diwakili Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Papua Pegunungan, Darmanto.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan OJK berperan penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada ASN.
“Sebagai ASN, kita memiliki tanggung jawab besar bukan hanya dalam melayani masyarakat, tetapi juga dalam mengelola kehidupan pribadi dan keluarga dengan baik. Salah satu hal penting yang sering dianggap sepele namun menentukan masa depan adalah pengelolaan keuangan,” ujar Darmanto.
Manager Madya Kantor OJK Papua, Jones Sutanto Bubun, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi keuangan ASN sebagai bagian dari mandat OJK untuk melindungi konsumen.
Ia memaparkan data pengaduan masyarakat terkait investasi ilegal dan pinjaman online ilegal.
“OJK menerima 4.330 laporan investasi ilegal, dengan 3 laporan berasal dari Papua Pegunungan. Untuk pinjol ilegal, terdapat 17.537 laporan nasional, dan 16 di antaranya dari Papua Pegunungan,” jelas Jones.
Apresiasi Disiplin ASN

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Pegunungan, Elai Giban, mengapresiasi kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam apel pagi yang digelar di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, yang terus meningkat.
Kehadiran apel pagi ASN cukup signifikan dibandingkan dengan biasanya. Dari total 1.200 ASN yang ada di Papua Pegunungan, tercatat 709 orang hadir dalam apel pagi tersebut.
“Pertama-tama saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN yang sudah hadir hari ini. Kehadiran ini sangat signifikan walaupun belum mencapai 100%. Biasanya hanya 500 ke bawah, tetapi hari ini sudah 709 orang,” ujar Elai Giban.
Ia menekankan bahwa kehadiran ASN bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat Papua Pegunungan.
“Harapan saya, setiap hari seluruh ASN hadir untuk melaksanakan tugas dan mengabdi kepada bangsa dan negara, tetapi juga untuk melayani masyarakat Papua Pegunungan,” tambahnya.
Elai Giban juga mengingatkan agar para ASN meningkatkan kedisiplinan dan semangat melayani mayarakat. Bbagi ASN yang belum hadir, ia meminta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pengawasan lebih ketat.
“Saya tekankan kepada seluruh pimpinan OPD agar mengontrol semua ASN agar bisa hadir. Mari kita tingkatkan kedisiplinan demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tegasnya.
Editor | HENDROL K | PAPUA GROUP









Comment