2024, Irian Bhakti Target Menang Biding Penyaluran Beras ASN

JAYAPURA | PAPUA TIMES- PT. Irian Bhakti Papua menargetkan menang biding penyaluran beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bumi Cenderawasih tahun 2024 mendatang, setelah tahun ini (2023) kalah dari PT Pos Indonesia.

Direktur Utama PT. Irian Bhakti Papua, Yarius Balingga mengatakan untuk mendukung rencana tersebut maka dilakukan rapat untuk membicarakan strategi dan rencana bisnis perusahaan ini.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

“Tentu kami di jajaran direksi akan terus melakukan pembenahan dan melakukan inovasi untuk mengembangkan perusahaan milik Pemprov Papua ini,” jelasnya kepada pers usai rapat dengan Komisaris, Komisaris Non Independen dan Direksi di Hotel Fox Kota Jayapura, Rabu 11 Oktober 2023.

Balingga mengaku mendapat laporan dari ASN di daerah jika ada hambatan dalam penyaluran beras oleh PT Pos Indonesia.

“Mungkin saja penyaluran beras oleh PT Pos sudah sesuai dengan prosedurnya, namun belum tepat sasaran, karena selama ini yang menyalurkan beras ASN kan Irian Bhakti, karena kita punya SDM yang memadai dan tersebar di beberapa daerah,” ujarnya.

Selain penyaluran beras ASN, ada beberapa bisnis lainnya menjadi targetnya. “Kedepan PT Irian Bhakti Papua akan lebih eksis dan bergerak di bidang-bidang usaha lain, sehingga dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah,” katanya.

Komisaris PT Irian Bhakti Papua, Yohanes Walilo mengatakan rapat dengan Direksi hari ini untuk membahas hal-hal penting serta melakukan evaluasi sejak dilantik pada bulan Maret 2023 lalu.

Walilo mengatakan, PT Irian Bhakti harus segera menyiapkan strategi bisnis agar tahun depan bisa menang biding untuk menyaluran beras ASN di tanah Papua. “Tahun ini penyaluran beras ASN oleh PT Pos Indonesia, tahun depan kita harus berjuang sama-sama untuk bisa menang biding,” jelasnya.

Menurut Walilo, perusahan ini memiliki banyak cabang di Papua dan Papua Barat, meski memiliki aset cukup banyak, tapi diperlukan rencana bisnis yang perlu dibicarakan, sehingga perusahaan ini bisa kembali eksis seperti dulu lagi. “Saya harap perusahaan ini bisa lebih eksis kedepan dan dapat membantu masyarakat serta memberi kontribusi bagi pemprov Papua,” ucapnya.

Editor | LAMBERTH P