Gubernur Rumasukun Dorong Keppres Papua jadi Provinsi Olahraga

SENTANI | PAPUA TIMES- Penjabat Gubernur Papua,Dr. M. Ridwan Rumasukun,SE.,MM mmenyatakan segera akan berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) tentang Papua sebagai Provinsi Olahraga.

Usai olahraga bersama dengan Forkompinda Papua di Halaman Kompleks Stadion Lukas Enembe, Jumat pagi, Pj Rumasukun meminta meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta Dinas Pemuda dan Olahraga untuk berkoordinasi dengan kementerian Lembaga terkait agar Keppres tersebut dapat segera diterbitkan.

Keppres ini untuk menopang pembinaan dan pengembangan dunia olahraga di Provinsi Papua. kompleks Stadion Lukas Enembe juga akan dibuka untuk masyarakat melakukan aktivitas olahraga setiap Jumat dan Sabtu.

“Saya minta Pak Loupatty (Wakil Ketua KONI Papua), tolong kami berkoordinasi dengan Jakarta sehingga proses Keppres tentang Papua sebagai provinsi olagraga bisa segera keluar,” ungkapnya.

Wakil Ketua KONI Papua, Elia Loupatty mengatakan bahwa keputusan Papua sebagai provinsi olahraga oleh Presiden Joko Widodo sudah dua tahun berlalu. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan KONI untuk melakukan komunikasi lagi dengan kementerian/lembaga di Jakarta.

“Saya pikir kita harus bereaksi cepat, mengingat sudah jelang akhir tahun 2023, dan tahun depan presiden sudah berakhir masa jabatan,” tegasnya.

Elia mengatakan, untuk mendukung Papua sebagai provinsi olahraga, Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) telah membentuk satu tim dan menciptakan lagu, Mars Papua provinsi olahraga dan sudah disetujui oleh Gubernur dan KONI Papua.

Elia menyampaikan, perintah Pj Gubernur Papua akan ditindaklanjuti dengan instansi terkait dan Kementerian di Jakarta, karena Keputusan menjadikan Papua sebagai povinsi olahraga itu keputusan presiden.

“Saya kira ini menjadi pekerjaan kita bersama tetapi nanti kita akan diskusi dengan semua pihak, kita akan dorong ke Jakarta agar bisa dituangkan dalam Kepres. Sebab, jika tidak ditindaklanjuti ini akan sia-sia,” ujarnya.

Lanjutnya, ketika Presiden umumkan Papua sebagai provinsi olarhaga, Papua belum dimekarkan, oleh karena itu, perlu dilakukan diskusi atau arahan langsung dari presiden, apakah provinsi olahraga tanah Papua atau Papua saja.

“Nanti kita diskusikan lagi, kita harus cari kata yang tetap sehingga bisa mengakomodir provinsi lain yang ada di tanah Papua,”jelasnya.

Saat ini terdapat 28 venue olahraga di Papua yang berstandar internasional atau telah disertifikasi secara internasional oleh masing-masing federasi cabang olahraga dengan total nilai asset sebesar Rp5 Triliun.

Editor | TIM