Mayor Jenderal Asaribab Jabat Wakasad

JAKARTA | PAPUA TIMES- Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kembali merotasi 129 perwira tinggi dan menengah dari tiga matra. Salah satunya jabatan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Jabatan ini ditempati Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Herman Asaribab yang sebelumnya menjadat Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih Papua .

Putra asal Biak Numfor Papua itu menggantikan Letjen TNI Fachruddin. Mutasi tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI nomor Kep/911/XI/2020 tgl 18 November 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan Perwira Tinggi (Pati) di lingkungan TNI.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029,PILIHAN ANDA?

View Results

Loading ... Loading ...

Mayjen Herman Asaribab lahir di Jayapura, Papua, 10 Juni 1964. Herman merupakan alumnus Akmil tahun 1988, ia berpengalaman dalam bidang infanteri.

Dengan mutasi ini, maka posisi Pangdam XVII Cenderawasih dijabat Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono yang sebelumnya menjabat sebagai Dansecapaad.

Dalam Keputusan Panglima TNI tersebut terdapat sejumlah jabatan di TNI yang dilakukan rotasi antara lain jabatan Kasdam XVIII Kasuari Papua Barat dari Brigjen TNI Ferry Zein digantikan Brigjen TNI Djoko Andoko yang sebelumnya menjabat Dirdik Akademi TNI. Sedangkan Brigjen TNI Ferry Zein dipromosikan menjabat Dansecapaad.

Kemudian Mayjen TNI dr. Albertus Budi Sulistya, sebagai Ka RSPAD Gatot Soebroto. Brigjen TNI dr. Budiman sebagai Kapuskesad. Brigjen TNI dr. Nana Sarnadi sebagai Kapusrehab Kemhan RI.

Berikutnya Mayjen TNI Irwansyah yang adalah Pangdam I/BB dirotasi sebagai Pati Mabes TNI AD. Mayjen TNI Hassanudin, Pangdam IM sebagai Pangdam I/BB selanjutnya Mayjen TNI Achmad Marzuki sebagai Pangdam IM.

Mayjen TNI Raden Tjahja Komara sebagai Ir Kostrad, Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa sebagai Pa Sahli Tk. III Kasad Bid. Polkamnas, Kolonel Ckm Dr. dr. Soroy Lardo, sebagai Dirbang Riset RSPAD Gatot Soebroto dan Kolonel Inf Beny Sulistiono sebagai Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Was Eropa dan Amerika.

Editor | HASAN HUSEN

Komentar