EKONOMI & BISNIS

Pertamina Berlakukan Harga Khusus Avtur di 37 Bandara

52

Termasuk Frans Kaisiepo Biak dan Theys Eluay Sentani

JAKARTA | PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Downstream, PT Pertamina Patra Niaga, memberikan penyesuaian harga khusus avtur di sejumlah bandara Angkasa Pura di seluruh Indonesia.

Kebijakan ini diterapkan di 37 bandara. Dua diantaranya berada di Papua yakni Bandara Frans Kaisepo, Biak Numfor dan Bandara Theys Eluay Sentani.

Di Sumatera meliputi Bandara Kualanamu, Minangkabau, Sultan Iskandar Muda, Hang Nadim, dan H.A.S. Hanandjoeddin, Sultan SyarifKasim II, Sultan Mahmud Badaruddin.

Sementara di Jawa mencakup Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Achmad Yani, Kertajati, Juanda, dan Adisutjipto), Bali dan Nusa Tenggara (seperti Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok), Kalimantan (seperti Supadio, Syamsuddin Noor, dan Sepinggan).

Sedangkan dan Sulawasi dan Maluku meliputi Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan Sam Ratulangi Manado serta Bandara Pattimura, Ambon.

Aktivitas Penerbangan di Bandara Theys Eluay Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama masa libur dan arus mudik Idul Fitri 2026, PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Downstream, PT Pertamina Patra Niaga, memberikan penyesuaian harga khusus avtur di sejumlah bandara Angkasa Pura di seluruh Indonesia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun dalam keterangan resminya mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya Pemerintah Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas harga tiket pesawat serta memastikan akses transportasi udara tetap terjangkau bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.

Penyesuaian tersebut berupa pemberian diskon sebesar 10 persen untuk harga avtur yang berlaku di 37 bandara. Langkah ini diharapkan dapat membantu maskapai dalam mengoptimalkan biaya operasional selama periode peak season Lebaran.

“Melalui kebijakan harga khusus avtur ini, Pertamina Patra Niaga ingin memberikan dukungan konkret agar maskapai penerbangan memiliki ruang efisiensi biaya, sedemikian rupa sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat berupa harga tiket yang lebih kompetitif selama periode mudik Lebaran,” ujar Roberth MV. Dumatubun.

Selain kebijakan harga, Pertamina Patra Niaga juga berkontribusi dengan memastikan ketahanan stok avtur nasional dalam kondisi aman dengan dengan rata-rata lebih dari 30 hari.

Seluruh Aviation Fuel Terminal (AFT) beroperasi dengan tim siaga penuh guna menjamin kelancaran distribusi dan pelayanan selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

“Kami berkomitmen memastikan pasokan energi penerbangan tetap terjaga agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar selama momen kebersamaan Idulfitri,” tutup Roberth.

Editor | HASAN HUSEN | PAPUA GROUP

Exit mobile version