JAKARTA | Pasca insiden penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW) tanggal 11 Februari 2026, Kementerian Perhubungan menghentikan sementara operasional penerbangan di 11 bandara/satpel/lapter.
Sebelas bandara perintis tersebut ditutup hingga batas waktu yang belum ditentu karena rawan keamanan. Bandar Udara (Bandara) satuan pelayanan (Satpel) dan Lapangan Terbang (Lapter) tersebut antara lain;
1.Satpel Koroway Batu
2. Bandara Bomakia
3. Satpel Yaniruma
4. Satpel Manggelum
5. Lapter Kapiraya
6 .Lapter Iwur
7. Lapter Faowi
8. Lapter Dagai
9. Lapter Aboy
10. Lapter Teraplu
11.Lapter Beoga
“Penerbangan perintis merupakan layanan vital dalam mendukung konektivitas masyarakat Papua, khususnya untuk akses kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, serta mobilitas dasar masyarakat di wilayah terpencil, sehingga keamanannya sangat krusial dan harus dijaga,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa dalam siaran persnya yang diterima redaksi PAPUA TIMES.
Lukman menekankan menyikapi kejadian penembakan pesawat Smart Cakrawala Aviation tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa :
1. Operator yang menghentikan penerbangan karena alasan keamanan tidak akan dikenakan sanksi;
2. Penerbangan perintis tetap dapat dilaksanakan dengan memastikan kondisi keamanan bandara tujuan terpenuhi;
3. Operator diberikan kewenangan penuh untuk melakukan penilaian keamanan dan memutuskan keberlanjutan operasional demi keselamatan.
“Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan,” kata Lukman.
Selain itu, terdapat 5 bandara dengan situasi rawan terkendali namun terdapat pengamanan dari aparat TNI/Polri. Sehingga operasional penerbangan dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi daerahnya, yaitu:
1. Bandara Kiwirok
2. Bandara Moanamani
3. Satpel Sinak di Ilaga
4. Satpel Agandugume di Ilaga
5. Bandara Illu.
Pasca kejadian penembakan,Ditjen Hubud juga telah menyiapkan beberapa langkah strategis, berupa Penyampaian surat resmi kepada TNI/Polri guna peningkatan pengamanan di wilayah tertentu;
Instruksi kepada seluruh Koordinator Wilayah penerbangan perintis untuk melakukan koordinasi intensif dengan aparat keamanan;
3. Integrasi isu keamanan dalam safety assessment tahunan di wilayah Papua;
Review klausul kontrak angkutan udara perintis, termasuk penguatan klausul force majeure terkait kondisi keamanan.
Ditjen Hubud juga tengah melakukan pemetaan bandara berdasarkan tingkat risiko, menyusun Standard Operating Procedure (SOP) khusus bagi awak pesawat di wilayah kritis, serta berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia dan aparat penegak hukum terkait investigasi insiden sesuai ketentuan perundang-undangan penerbangan.
“Ke depannya kami akan menekankan pentingnya penguatan dasar hukum penghentian sementara operasional apabila kondisi keamanan tidak terpenuhi, serta perlunya Surat Keputusan Bersama (SKB) antara pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memperkuat pelaksanaan angkutan udara perintis,” tegas Lukman.
Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama. Ditjen Hubud berkomitmen melakukan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan aparat keamanan guna memastikan layanan angkutan udara perintis tetap berjalan dengan prinsip safety first.
“Penembakan pilot dan kopilot PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation menorehkan luka yang mendalam bagi dunia transportasi udara, sekaligus mengingatkan kita betapa tingginya risiko bertugas di tanah Papua. Kami menyampaikan kembali belasungkawa yang mendalam atas gugurnya pilot dan kopilot PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation saat bertugas. Mereka adalah pahlawan transportasi yang sesungguhnya,” tutup Lukman.
IPI Minta Presiden Bertindak
Sebelumnya, Ikatan Pilot Indonesia memohon Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak segera dan turun tangan dalam memulihkan, menjamin dan memastikan keamanan penerbangan khususnya di daerah dengan resiko keamanan tinggi.
Ketua Ikatan Pilot Indonesia, Capt Muammar Reza Nugraha dalam keterangan kepada pers di Jakarta meminta Komite Nasional Keamanan Penerbangan untuk mengambil langkah pencegahan berupa penghentian operasional bandara beresiko keamanan tinggi, sampai terjaminnya keamanan penerbangan.
“Kami menghimbau kepada seluruh pilot Indonesia, khususnya yang bertugas di daerah yang memiliki resiko keamanan tinggi, untuk meningkatkan kewaspadaan dan saling menjaga dalam situasi seperti ini. Kita, seluruh pilot Indonesia, menyatakan rasa kebersamaan dan solidaritas dengan seluruh pilot di Papua sebagai satu kesatuan,”kata Capt Muammar.
Insiden penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu 11 Februari Lalu (11/2) lalu menyebabkan Capt. Egon Erawan serta Capt. Baskoro Adi Anggoro meninggal dunia.
Editor | TIM | PAPUA GROUP
