Ribuan Surat Suara di Papua Selatan Dimusnahkan

MERAUKE | PAPUA TIMES- Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan kelebihan ribuan surat untuk DPR Provinsi Papua Selatan sebanyak 4.546 lembar di Kabupaten Mappi telah dimusnahkan.

Pemusnahan dilakukan pada Selasa (13/2/2024) dengan cara di bakar disaksikan KPU dan Bawaslu Kabupaten Mappi, pemerintah daerah dan pihak kepolisian.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

“Di sini saya ingin meluruskan, dalam pemberitaan sebelumnya disebut kelebihan sebanyak 5000 lembar surat suara adalah tidak benar, data yang sebenarnya hanya 4.546 lembar yang dimusnahkan ditambah surat suara yang rusak yaitu surat suara presiden 671 lembar, DPR RI 126, DPD RI 504, dan DPR Kabupaten 704 lembar, ” terang Theresia Mahuze dalam konferensi pers di Desk Pemilu Papua Selatan di Halogen Merauke.

Ia menjelaskan, KPU menerima surat suara sesuai pesanan yaitu 82.218 lembar. Setelah dilakukan pelipatan dan penyortiran ditemukan 86.762 lembar sehingga total yang kelebihan sebanyak 4.546 lembar.

Theresia menegaskan, setiap proses dan tahapan Pemilu, KPU selalu diawasi oleh Bawaslu dan kepolisian. Namun bisa saja dalam setiap penghitungan terjadi kekeliruan sehingga untuk surat suara yang lebih maupun rusak telah dimusnahkan H-1 sebelum pemungutan suara.

Sementara itu untuk kebutuhan surat suara khusus DPR RI Papua Selatan untuk Kabupaten Merauke sebanyak 166.569 lembar plus 2 persen diterima pada 19 Januari 2024 di KPU Merauke dengan jumlah tersebut, namun, setelah melalui proses pengetesan dan packing dan dilakukan penghitungan kembali, terdapat kekurangan surat suara DPR RI sebanyak 683 lembar dan sudah dituangkan dalam berita acara.

Oleh KPU mengusulkan pemenuhan kekurangannya sesuai surat nomor 156 tanggal 2 Februari 2024 kepada pihak penyedia untuk diproduksi. Kemudian usulan tersebut dipenuhi sesuai pengusulan KPU.

Berdasarkan proses sortir awal, dibandingkan dengan hasil packing terlihat selisih kekurangan. Menanggapi hal ini, Bawaslu Kabupaten Merauke mengirimkan surat untuk KPU Merauke melakukan klarifikasi kekurangan dimaksud.

Lalu KPU Kabupaten Merauke memuat berita acara no 145 tentang hasil klarifikasi atas kekurangan surat suara DPR RI Pemilu 2024. Langkah selanjutnya Bawaslu dan tim Gakumdu memanggil personel KPU untuk klarifikasi. “Jadi kesimpulannya, KPU pada intinya mendukung serta menyerahkan sepenuhnya proses penggalian fakta dan mendukung hasil putusan dari Bawaslu dengan Gakumdu sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Pada prinsipnya kami mengikuti proses tersebut, apapun hasilnya,” terang Theresia.

Pemusnahan surat suara rusak di KPU Kabupaten Merauke.


2.782 Surat Suara Rusak

Sementara itu, KPU Kabupaten Merauke bersama Bawaslu, dan kepolisian setempat melakukan pemusnahan surat suara rusak sebanyak 2.782 lembar dengan cara dibakar pada Selasa malam (13/2/2024).

Ketua KPU Kabupaten Merauke Rosina Kebubun mengatakan, berdasarkan aturan pemusnahan surat suara lebih atau rusak harus dilakukan H-1 sebelum pelaksanaan pemungutan suara.

“Jadi sebelum pemungutan suara besok 14 Februari 2024, malam ini kami musnahkan 2.782 surat suara rusak,” terang Rosina di KPU Merauke.

Surat suara rusak yang dimusnahkan yakni surat suara presiden dan wapres sebanyak 138 lebar. Surat suara DPR RI 78 lembar, DPR Provinsi Papua Selatan 1553 lembar, DPR Kabupaten Merauke 489 dan surat suara Anggota DPD 148 lembar.

Dalam pemusnahan hadir pula Ketua Bawaslu Merauke Agustinus Mahuze, Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suarnaya, dari TNI dan Anggota Komisioner KPU Merauke Michael Sarawan serta wartawan.
Pewarta | RUDIS