Stok Pangan dan BBM Di Papua Masih Aman

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Stok bahan pangan di Provinsi Papua menjelang hari raya Natal 25 Desember 2023 dan Tahun Baru 01 Januari 2024, dipastikan masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan tersedia pusat perbelanjaan dan pasar.

Hal itu sebagaimana hasil Inspensi mendadak Pemprov Papua yang dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Suzana Wanggai di Pertamina, Pasar Hamadi serta sejumlah swalayan di Kota Jayapura.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

“Stok BBM dan Bapok aman. Memang untuk BBM solar ada antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang mana kita sudah mintai keterangan dari Pertamina. Kita segera duduk bersama untuk carikan solusi. Kalau bapok aman, termasuk ketersediaan beras Bulog, sangat mencukupi yang ketahanannya hingga empat bulan ke depan,” terangnya.

Menurut Suzana, Pemprov Papua secara terus menerus memantau perkembangan BBM dan Bapok dengan melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Dimana Satgas Pangan tersebut akan turun langsung melakukan pemantauan bahkan penindakkan kepada distributor nakal.
“Makanya kami mengimbau distributor maupun pedagang untuk tidak melakukan penimbunan atau bahkan menaikan harga yang belebihan, sebab akan ada sanksi tegas,” tegasnya.

Disinggung apakah ada kenaikan sejumlah komoditi pangan dari hasil sidam, Suzana menyebut harga cabai yang kini mencapai Rp100.000 per kg.“Tapi ini naiknya dari distributor, sehingga mungkin kita imbau supaya masyarakat bijak dalam membeli.”
Suzana pada kesempatan itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian panik BBM dan bahan pokok sebab semua barang tersedia hingga tahun baru mendatang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua, Jeri A. Yudianto dari pantauan di lapangan, stok bahan pokok masih aman, kendati ada kenaikan harga cabai maupun beberapa komoditas lainnya.

“Tapi saya tegaskan bahwa kenaikan di beberapa bahan pangan seperti cabai itu sifatnya regional/nasional.”

“Kenaikan harga juga dikarenakan terbatasnya pasokoan dan produksi,” terang Jeri kepada wartawan di Jayapura.


Menurutnya, Pemprov Papua melakukan pantauan dan pengawasan terus terus dilakukan bersama pihak terkait, guna mengantisipasi pergerakan kenaikan harga pangan.

“Hanya masyakat di Papua juga kita harapkan berbelanjalah dengan bijak. Intinya tidak usah panik, supaya bisa tetap bersuka cita merayakan Natal dan Tahun Baru,” imbaunya.

Sementara Bulog wilayah Papua merilis data stok beras per 21 Desember 2023 memiliki ketahanan hingga 3,1 bulan kedepan dengan jumlah perkiraan stok operasional sebanyak 9,104 ton. Adapun beras komersil mencapai 749 ton, sedangkan gula 178 ton dan minyak goreng 139 ton.

Pemerintah Provinsi Papua dalam berbagai kesempatan juga telah melakukan operasi pasar, inspeksi mendadak (sidak) bahkan kegiatan pasar murah di sejumlah titik, untuk meminimalisir kenaikan harga pangan jelang Natal dan Tahun Baru.

Editor | SONNY R | PAPUA GROUP