El Nino Picu Ispa dan Diare, Warga Merauke Diminta Waspada

MERAUKE | PAPUA TIMES- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile Muskita mengimbau masyarakat setempat mengantisipasi potensi berbagai bahaya kesehatan akibat perubahan cuaca dan iklim akibat El Nino.

Suhu panas serta berdebu di waktu siang dan sangat dingin pada malam hari berpotensi terjadinya Inpeksi Saluran Pernapasan (Ispa). Untuk itu, perlu menghindari debu atau asap agar tidak terjadi gangguan pada saluran pernapasan.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029,PILIHAN ANDA?

View Results

Loading ... Loading ...

“Apa lagi kalau sering hirup debu dan ada asap karena pembakaran maka paling rawan di saluran pernapasan. Kita anjurkan pakai masker. Seperti kita lihat di rumah sakit banyak antrian yang mau pasang oksigen,” ujar dr. Nevile Muskita, di Merauke.

Kemarau di sebagian wilayan Papua Selatan juga berdampak turunnya debit air sehingga warga akan kesulitan air bersih. Kondiisi ini, kata Muskita, bisa memicu penyakit diare jika masyarakat mengkonsumsi air yang kurang bersih. “Makanya masyarakat perlu hati-hati. Air yang dikonsumsi harus benar-benar steril,”ungkapnya.

“Kita sama-sama tahu, kalau susah air, mobil tanki atau penjual gerobak air kesulitan mendapatkan sumber air bersih untuk konsumsi masyarakat. Pengalaman kita, mereka ambil air di bendali-bendali, itu yang hati-hati. Untuk sterilnya, dimasak terlebih dahulu biar sehat,” ajak dr. Nevile.

Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT juga mengingatkan seluruh Kepala Puskesmas agar memantau kondisi masyarakat dan meningkatkan pelayanan kesehatan.”Pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan lebih baik,”pintanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pemantauan yang dilakukan di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa El Nino terus menguat intensitasnya sejak awal Juli.

BMKG memprediksi puncak dampak El Nino terjadi pada Agustus-September 2023 mendatang, bahkan dibeberapa daerah dampak El Nino hingga tahun 2023.

Beberapa daerah yang terdampak cukup kuat adalah sebagian besar wilayah Sumatera Jawa, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua bagian Selatan.

Oleh karenanya, BMKG mendorong pemerintah daerah yang terdampak El Nino, serius melakukan langkah mitigasi dan aksi kesiapsiagaan secepat mungkin.

Pewarta | RUDIS

Komentar