LP3K Papua Bahas Persiapan Pesparani III 2023

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik (LP3K) Provinsi Papua menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persiapan Pesparani Nasional III yang berlangsung di aula kantor Gubernur Papua, Dok II Kota Jayapura, akhir pekan ini.

Ketua Umum LP3K, Elpius Hugi mengatakan Rakerda tersebut sebagai langkah pertama untuk konsolidasi bersama badan pengurus LP3K kabupaten/kota di Provinsi Papua dalam rangka persiapan kontingen menuju Pesparani III yang bakal dihelat 27 Oktober 2023 – 2 November 2023 di Jakarta sebagai tuan rumah.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029,PILIHAN ANDA?

View Results

Loading ... Loading ...

“Puji Tuhan dengan kerja keras teman-teman badan pengurus tim kerja, yang dalam waktu yang singkat telah mempersiapkan segala sesuatu untuk melakukan kegiatan ini,”ucap Hugi.

Rakerda menjadi penting dan kemudian harus segera dilaksanakan, untuk menentukan langkah-langkah mempersiapkan diri dalam mengikuti event Pesparani tingkat nasional pada bulan Oktober mendatang.

Oleh sebab itu dalam waktu yang singkat dirinya berharap akan dicapai kesepakatan – kesepakatan penting yang kiranya dapat direalisasikan dengan baik dan lancar.

“Saya harap nanti dapat kita capai kesepakatan-kesepakatan penting yang dapat kita realisasikan dengan baik,”ujarnya.

Ketua Panitia Rakerda Arnold Tethool mengungkapkan ada dua kabupaten di wilayah Tabi Saireri yang tidak membentuk LP3K-nya, yakni Kabupaten Mamberamo Raya dan Supiori.

Ketua Bidang Binmas Katolik Kementerian Agama Provinsi Papua, Since Rumoy mengatakan bidang agama merupakan salah satu agenda prioritas dan strategis dari pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas pemahaman dan Pengamalan ajaran agama.

Salah satu regulasi yang telah diterbitkan oleh pemerintah adalah Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2016 tentang lembaga pembinaan dan pengembangan pesta paduan suara gerejani Katolik.

“Kita patut bersyukur atas terbitnya Surat PMA (Peraturan Menteri Agama-red) ini. Sebab selain menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada Gereja Katolik, juga memberi ruang yang seluas-luasnya bagi masyarakat Katolik untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya keagamaan dan musik Liturgi gereja,”ujarnya.

Pesparani III melombahkan Paduan Suara Anak (PSA), Paduan Suara Remaja Gregorian (PSRG), Paduan Suara OMK Campuran (PSOMKC), Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW), Paduan Suara Dewasa Pria Gregorian (PSDPG), Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), Menyanyi Mazmur Anak Menyanyi Mazmur Remaja, Menyanyi Mazmur OMK Menyanyi Mazmur Dewasa, Cerdas Cermat Rohani (CCR) Anak Cerdas Cermat Rohani (CCR) Remaja dan Tutur Kitab Suci (TKS) Anak.

Editor | DENNY S

Komentar