Masyarakat Adat Sirami Ambil Alih Penjagaan Bendera Merah Putih

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Upacara peringatan HUT Proklamasi Republik Indonesia ke 78, 17 Agustus 2023, di Distrik Masirei, Kabupaten Waropen, Papua, semarak.

Upacara yang berlangsung di lapangan SMP Negeri Koweda, Distrik Masirei, berbeda dari biasanya. Usai pengibaran bendera oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), penjagaan bendera langsung diambil alih masyarakat adat Sauri Sirami.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer

Penjagaan keempat sisi tiang bendera ini dilakukan 4 orang perwakilan masyarakat adat menggantikan anggot TNI-Polri.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan bahwa hal ini memang dilakukan atas ide Kapolsek Masirei Ipda Jimmy Lufkey agar mengingatkan kepada masyarakat bahwa bukan aparat Keamanan saja yang wajib menjaga NKRI namun masyarakat juga punya kewajiban yang sama.

“Polsek Masirei memang membuat suatu yang berbeda dari biasanya agar mengajak masyarakat untuk cinta kepada NKRI lewat perayaan HUT RI ke 78 di Distrik Masirei,” ucap Kabid Humas, Minggu, 20 Agustus 2023, dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Kepala Distrik Masireo Ellen K. Nussis, S.Sos mengatakan bahwa baru kali ini perayaan HUT RI ke 78 di buat berbeda dengan adanya paskbira dari anak asli dari Distrik Masirei untuk mengibarkan bendera Merah Putih.

“Bahwa inilah momentum yang sebenarnya bahwa nilai dari perayaan HUT RI di Distrik Masirei adalah belajar untuk lebih mencintai NKRI, seperti yang kita lihat dari ke 4 masyarakat adat yang menjaga bendera merah putih, kami dan seluruh peserta upacara terharu dan senang dengan moment ini,” tuturnya.

Editor | TIM

Komentar