oleh

Migrasi ke TV Digital di Papua Masih Ada Blank Spot

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Migrasi siaran TV analog ke TV Digital (ASO / Analog Switch OFF) dimulai tahun ini. Di Provinsi Papua, ASO tahap pertama pada 30 April 2022, meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom.

Dan tahap kedua di 2 November 2022, yang digelar pada 10 kabupaten lainnya meliputi Merauke, Jayawijaya, Yahukimo, Mambermo Raya, Mamberamo Tengah, Yalimo, Nabire, Biak Numfor dan Supiori.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua Jeri A. Yudianto, S.Kom mengatakan penerapan siaran TV digital di Papua khususnya di Kota Jayapura dan sekitarnya, belum maksimal akibat adanya area blank spot atau titik lokasi yang belum mendapatkan jaringan telekomunikasi.

“Saat ini masih banyak kawasan di Kota Jayapura yang belum bisa menerima siaran digital. Tapi pemerintah secara bertahap akan terus berupaya menjangkau kawasan blank spot agar semua warga bisa mengakses siaran digital,”ungkapnya.

Mengantisipasi hal ini, kata Jeri, Kementerian Kominfo RI sedang bersiap membangun pemancar siaran TV digital untuk daerah blank spot. Tahun ini saja, TVRI sudah mulai membangun beberapa pemancar di beberapa titik. Intinya, negara tetap akan berupaya, tetapi nanti penyelenggara Multipleksing akan memperluas jangkauan siarannya.

BACA JUGA  Revitalisasi Anjungan Papua di Taman Mini Rampung

“Kita minta warga Jayapura dan sekitarnya yang belum mendapatkan siaran TV digital untuk bersabar menunggu sampai disediakannya pemancar di area blank spot,”pinta Jeri.

Sementara itu, Ketua KPID Papua, Rusni Christine Abaidata mengatakan Papua menjadi tantangan karena sebagian besar wilayah Papua letak geografisnya sulit.

Dia minta pemda dan seluruh pihak terus bersinergi untuk menyukseskan program pemerintah di Papua, agar informasi yang diterima masyarakat semakin baik.
Perbedaan TV digital dan TV analog sebenarnya keduanya sama-sama dapat diterima di rumah-rumah dengan antena terestrial. Pada sistem penyiaran TV analog, satu kanal frekuensi digunakan untuk menyalurkan satu program siaran TV.

Sementara pada sistem penyiaran digital DVB-T2, satu kanal frekuensi mampu membawa hingga 12 program siaran standard definition. Dan juga salah satunya dipancarkan dari stasiun

TV menggunakan sinyal analog dan yang satu lagi menggunakan sinyal digital. Ketika sudah diterima pada perangkat TV, maka TV digital terlihat signifikan perbedaan kualitas gambar dan suaranya lebih jernih dan tidak berbintik seperti di TV analog.
Efisiensi Perubahan dari TV analog ke TV digital sudah menjadi tren di dunia sejak tahun 2007 sejalan dengan semakin meningkatnya penggunaan internet. Latar belakang penghentian siaran TV analog ini terkait dengan efisiensi. Sebab, spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk TV analog menurutnya berada pada pita 700 MHz atau pita yang juga untuk layanan internet.

BACA JUGA  Revitalisasi Anjungan Papua di Taman Mini Rampung

Karenanya, di seluruh dunia melakukan penghematan penggunaan pita 700 MHz dengan pemanfaatan TV digital yang lebih efisien. Dengan perubahan ke TV digital maka penghematan spektrum tersebut bisa digunakan untuk peningkatan kualitas layanan internet, kebencanaan, pendidikan, dan kesehatan.

Editor | HANS BISAY

Komentar