PON XX: Ronald Demena, Kapten Rugby Papua

JAYAPURA | PAPUA TIMES- Turut berjasa mengantarkan tim rugby 7s (sevens) Papua meraih medali emas di eksibisi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat tahun 2016 silam, Ronald Erick Demena kini berambisi besar untuk kembali mempersembahkan medali emas pada PON XX.

Atlet kelahiran Jayapura 24 April 1989 ini dipercayakan sebagai kapten tim rugby 7s putra Papua yang akan bertarung di PON XX. Ronald Demena juga merupakan anggota timnas rugby Indonesia.

Perkenalannya dengan olahraga rugby sudah sejak lama. Ronald mulai mengenal olahraga asal Britania Raya itu saat masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar di Timika. Dua orang yang berjasa terhadap kariernya sebagai atlet yakni George Deda (pelatih tim rugby 7s Papua) dan Paul Quaglia.

“Saya mulai kenal, bergabung dan bermain rugby sejak SD (sekolah dasar) kelas 5. Kalau di keluarga hanya saya sendiri yang bermain rugby, saya mulai bermain rugby tepat di lapangan kwamki lama, Timika. Pak George Deda dan Paul Quaglia yang memperkenalkan rugby kepada saya dan teman-teman,” kenangnya.

“Saya lalu terinspirasi dari mereka berdua yang telah berani memperkenalkan rugby di tempat kami yang dulunya dikenal sebagai daerah merah (daerah konflik), itu hal yang sangat luar biasa bagi saya,” sambungnya.

Berapa tahun berselang, Ronald akhirnya menapaki kariernya sebagai seorang atlet rugby. Ia tampil membela Papua di eksibisi PON XIX Jawa Barat tahun 2016. Di ajang tersebut, Ronald membawa tim rugby 7s putra Papua merebut medali emas.

“Sejak bermain rugby dari level junior sampai senior, banyak sekali prestasi yang kami raih namun saat itu kami belum resmi diakui di KONI. Setelah diakui, prestasi saya bersama tim rugby papua sejak 2016 adalah medali emas eksibisi rugby 7s di PON XIX Jabar tahun 2016,” ujarnya.

Ronald juga mengoleksi banyak prestasi di sejumlah kejuaraan. Bahkan ia beberapa kali dipanggil memperkuat tim nasional rugby Indonesia.

Prestasi individu yang pernah ia dapat yakni pemain terbaik di Papua Open Tournament 2016 di Timika. Lalu membawa timnas rugby di peringkat 3 divisi 3 zona Asia rugby 15s di Thailand tahun 2016, peringkat 5 Turnamen ASEAN 7s rugby di Singapura tahun 2017 bersama timnas, medali perak Kejurnas Jakarta rugby 7s 2017, juara bowl di Bali Open Tournament tahun 2019, dan juara Papua Open Tournament tahun 2020 di Jayapura.

“Saya pernah 3 kali main untuk timnas rugby Indonesia, 2 kali timnas rugby 15s dan 1 kali di timnas rugby 7s. Untuk timnas sebenarnya saya banyak kesempatan, tapi sering saya tolak karea alasan pekerjaan. Terakhir saya lolos seleksi untuk Asian Games, tapi izin di tempat kerja yang jadi halangan,” bebernya.

Karyawan di perusahaan pembangkit listrik PT Freeport di Timika itu kini mematok target tinggi untuk tim rugby 7s Papua di PON XX dengan menargetkan medali emas setelah sebelumnya berhasil meraih emas eksibisi PON XIX di Jawa Barat.

“PON kali ini adalah yang kedua bagi saya dan yang kedua kalinya bagi tim rugby Papua. Target kami medali emas menjadi harga mati. Dan saya sangat optimis kami tim PON rugby Papua dapat memberikan yang terbaik bagi negeri kami tercinta,” tandasnya.

Saat ini, tim rugby 7s Papua yang dilatih George Deda tengah fokus mematangkan persiapan timnya dengan menjalani try out di Jogyakarta. Sebelumnya, tim rugby Papua sudah menjalani TC berjalan di Papua sejak 2019.

“Tim kita sudah kembali pada persiapan tim yang benar-benar baik secara fisik. Secara teknik dan kemampuan atlet juga sudah maksimal. Spiritualnya juga sudah sangat baik. Kami berterima kasih sekali kepada KONI Papua yang bisa memindahkan TC kami ke luar Papua untuk bisa berujitanding,” kata Deda.

Editor | TIM

Komentar