Keerom-Blitar Sepakat Kerjasama Pakan Unggas

JAYAPURA | PAPUA TIMES– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom Provinsi Papua dan Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Tengah resmi menjalin kerjasama pengadaan jagung kering untuk pakan ternak unggas (ayam).

Kesepakatan antara Pemkab Keerom dan Blitar diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama Perdagangan oleh Pjs. Bupati Keerom, Dr.Muhammad Ridwan Rumasukun,SE,MM, dengan Pjs. Bupati Blitar, Drs.Budi Santosa dan Koperasi Putera Blitar dengan Koperasi Cahaya Tani Keerom di Pendopo Sasana Adhi Praja Pemkab Blitar, Rabu (2/12/2020).

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer
Poll Options are limited because JavaScript is disabled in your browser.

Penandatangan disertai dengan penyerahan 15,5 ton jagung kering hasil produksi petani di Kampung Arso Pura, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, ke produsen pangan ternak di Blitar.

“Disini terdapat sekitar 5.000 peternak unggas, khususnya ayam telur. Para peternak ini butuh jagung sebagai pakan ternak sebanyak 1.200 hingga 1.500 ton per hari untuk memproduksi 1.000 ton telur. Semoga jagung Keerom bisa memenuhi kebutuhan pakan para peternak,” ujar Pjs Bupati Blitar, Drs. Budi Santosa sangat

Ia pun berharap kerjasama ini bisa terus berjalan baik dan yang terpenting memberikan dampak positif bagi kepentingan masyarakat khsusnya untuk mengantasi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Blitar dan Keerom.

Sementara Pjs Ridwan Rumasukun mengatakan jumlah produksi jagung kering yang awalnya merupakan program pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemic covid-19, akan terus bertambah karena jumlah lahan yang akan ditanami jagung masih belum seluruhnya berjalan.

“1000 hektar yang akan ditanam jagung untuk dengan menggunakan rekofusing dana APBD. Ini adalah Ide brilian yang harus dilakukan secara mekanisasi dari penanaman sampai proses panen,” ujarnya.

Ridwan berharap tak hanya jagung kering saja yang dikirim ke Blitar tetapi juga komoditas lain yang ditanam oleh petani di Keerom bisa juga menembus pasar luar sehingga perekonomian di Papua tidak hanya bergantung pada sekltor pertambangan.

“Saya berharap teman dari Keerom terus lanjutkan sehingg kita bisa lakukan terobosan. Kita juga ada komoditas lain yang bisa dikembangkan,” tandas dia.

Editor | EDWIN RIQUEN